// <![CDATA[USULAN RANCANGAN LINGKUNGAN KERJA BERDASARKAN BEBAN FISIOLOGI OPERATOR (Studi Kasus Pada CV. Maemunah Majalaya)]]> 0401066902 - Yuniar, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Irma Mariana/13-1999-193 Penulis
Cv. Maemunah Majalaya merupakan perusahaan tekstil yang memproduksi kain grey. Dan saat ini perusahan mengembangkan usaha dengan memproduksi kain sutera. Dalam usahanya untuk memenuhi target rencana perusahaan dan mengbasilkan produk yang berkualitas serta tepat waktu maka perusahaan perlu memperhatikan kondisi lingkungan kerja yang sangat berpengaruh terhadap hasil kerja manusia sebagai operator. Lingkungan kerja yang baik perlu memperhatikan enam critena yiatu Pencahayaan. kebisingan. temperatur, ventilasi. getaran dan radiasi. Kerja fisik yang dlakukan operator akan menimbulkan beban yang disebut beban fisiologis yang merupakan reaksi terhadap rangsangan akibat interaksi antara operator dengan lingkungan kerja. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa denyut Jantung operator saat ini berada diatas normal untuk suatu perusahaan industry yaitu: untuk shift pagi 102.26 bit/min, shift siang I03. 84 bit/min dan sh ift malam 98.72 bitl/min hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kurang baik, sehingga operator membutuhkan konsumsi energi yang sangat besar dalam aktivitasnya. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut maka dilakukan perhitungan agar diketahui besarnya pengaruh Temperatur, kelembaban. kebisingan dan pencahayaan terhadap denyut jantung operator dengan menggunakan analisis regresi, korelasi dan multiregresi untuk setiap shiftnya. Berdasarkan hasil dan persamaan Multiregresi untuk pengaruh seluruh faktor lingkungan terhadap detak jantung pada setiap shiftnya yang berarti bahwa, setiap kenaikan satu satuan X (temperatur, kelembaban, Intensitas suara, lntensitas cahaya) akan menaikan detak Jantung sebesar setiap perubahan satu satuan koefisien X Hal ini berarti bahwa masing-masing faktor Lingkungan kerja memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap beban fisiologis operator. Untuk mengetahui faktor-faktor tersebut digunakan diagram sebab akibat agar dapat mengidentifikasi penyebab gangguan potenstal dengan cara memfasilitas segala kemungkinan yang terjadi yang menyebabkan timbulnya gangguan. Berdasarkan faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya pengaruh lingkungan kerja terhadap beban fisiologis operator maka diperlukan adanya usulan rancangan lingkungan kerja baru untuk rnengurangi dampak yang ditimbulkan lingkungan kerja terhadap beban fisiologis operator usulan rancangan tersebut antara lain. Cerobong udara. ventilasi. earplug dan tudung lampu Dengan adanya usulan alat yang diberikan maka detak Jantung operator masuk dalam batas normal perusahaan industri yaitu untuk shift pagi 86 .40 bit/min, shift siang 83.04 bit/min dan shift malam 76.40 bit/min, sehingga usulan alat yang diberikan dapat menurunkan detak Jantung operator berdasarkan faktor faktor yang berpengaruh seperti pencahayaan, kebisingan, temperatur dan Kelembaban.