Kereta api Argo Gede merupakan inovasi pelayanan PT. KAI. Permasalahan yang diambil dikarenakan kereta api Argo Gede merupakan uji coba untuk meluncurkan KA-KA Unggulan lainnya, oleh sebab itu semakin sering diluncurkan maka diperlukan perawatan agar dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan.
Dalam penelitian ini yang diteliti adalah Kereta api Argo Gede dan Stasiun kereta api Bandung. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner sebagai sarana berkomunikasi secara tidak langsung dengan responden. Teknik sampling yang digunakan adalah metode Simple Random Sampling. Pengukuran kualitas pelayanan menggunakan dimensi Parasuraman, Zeithaml, dan Berry. Yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy.
Untuk pelayanan penumpang kereta api Argo Gede pada rute Bandung-Jakarta, dan Stasiun kereta api Bandung sebagai fasilitas penunjang. Penelitian ini memberikan hasil sebagai berikut:
1. Tingkat Kepentingan Dimensi
Berdasarkan Zona Toleransi dapat diidentifikasi tingkat kepentingan dimensi untuk lnjourney Service yang diprioritaskan oleh konsumen dari yang paling penting berturut-turut adalah Reliability, Tangible, Empathy, Assurance, dan Responsiveness. Untuk Ground Service adalalr Empathy, Reliability, Assurance, Tangible, dan Responsiveness.
2. Posisi Tingkat Persepsi Relatifterhadap Zona Toleransi
Tingkat perfonnansi _pelayanan yang diberikan oleh PT.KAI menurut persepsi responden dibandingkan dengan Zona Toleransinya masih dianggap memuaskan, karena Tingkat Persepsi masih berada diantara Layanan Harapan dan Layanan Minimum.
3. Posisi pelayanan Setiap Subelemen terhadap Zona Toleransi
Zona Toleransi dapat menyusut dan mengembang, karena itu perlu dilakukan antisipasi akan kemungkinan ini. Jika dianggap bahwa titik tengal1 ZOT (50% posisi ZOT) sebagai titik tolak penyusutan dan pengembangan maka atribut-atribut yang menjadi kritis dan harus segera diperbaiki adalah kebersihan toilet (0, 159), ketersediaan meja (0,190), kelengkapan toilet (0,194), ketersediaan variasi menu penjualan beb2s (0,234), pemesanan makanan dan minuman tidak terlalu lama (0,351 ), jaminan kearnanan barang-barang (0,360), kebersihan dan keharuman dalam kereta (0,427), daya tanggap pramugaralri terhadap lingkungan sekitarnya (0,447) untuk Jnjourney Service. Auibut-atribut yang menjadi kritis dan hams segera diperbaiki untuk Ground Service adalah kejelasan jalur keberadaan kereta api (0, 1 09), ketersediaan petugas parkir (0, 138), kebersihan toilet (0, 140), daya tanggap dan kepedulian petugas terhadap penmnpang yang mengalarni kesulitan /kebingungan (0,210), kejelasan identitas kereta api (0,219), kemudahan mendapatkan jadwal melalui telepon (0,241 ), daya tanggap dan kepedulian petugas dalam menangani keluhan-keluhan (0,250), kemudal1ru1 mendapatkan jadwal melalui media cetak (0,271), kejelasan identitas kuli angkut (0,290), kenyamanan mang tunggu (0,306), penyampruan infonnasi perkiraan keterlambatan (0,356), kondisi telepon umum (0,429).
Citation
APA Style
. (2003).ANALISIS KUALITAS LAYANAN JASA KERETA API ARGO GEDE DAN STASIUN KERETA API BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN ZONE OF TOLERANCE ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.ANALISIS KUALITAS LAYANAN JASA KERETA API ARGO GEDE DAN STASIUN KERETA API BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN ZONE OF TOLERANCE ().Teknik Industri:FTI,2003.Text
MLA Style
.ANALISIS KUALITAS LAYANAN JASA KERETA API ARGO GEDE DAN STASIUN KERETA API BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN ZONE OF TOLERANCE ().Teknik Industri:FTI,2003.Text
Turabian Style
.ANALISIS KUALITAS LAYANAN JASA KERETA API ARGO GEDE DAN STASIUN KERETA API BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN ZONE OF TOLERANCE ().Teknik Industri:FTI,2003.Text