PENGENDALIAN PRODUKSI DENGAN METODE LOAD-ORIENTED ORRDER RELEASE (LOOR) DI CV. VIGANO INTI, BANDUNG
Perencanaan dan pengendalian produksi merupakan kegiatan penting dalam suatu industri manufaktur. Perencanaan produksi merupakan dasar dari setiap kegiatan produksi yang didasarkan pada jadwal produksi. Pengendalian produksi merupakan pengendalian kegiatan produksi di lantai pabrik yang berfungsi mengendalikan aktivitas yang tidak sesuai dengan perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Setiap perusahaan melakukan perencanaan dan pengendalian produksi dengan tujuan mengatur setiap kegiatan produksi yang dilakukan guna memuaskan keinginan konsumen yang bervariasi yang menginginkan kualitas produk yang baik dan lead time yang pendek.
CV. Vigano Inti merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur yang membuat produk berdasarkan pesanan (make to order) dan memperbaiki komponen-komponen automotif (workshop). Pesanan yang diterima perusahaan bervariasi sepetti: roda gigi, baut, mur, as ulir, spare part mesin tekstil, block cylinder kendaraan, dan lain-lain. Selama ini metode perilisan order yang digunakan oleh CV. Vigano Inti adalah perilisan berorientasi jadwal, artinya selarna jadwal sudah masuk, maka perilisan akan dilakukan tanpa melihat beban pada mesin/stasiun kerja yang dilalui. Kecenderungan pada pelaksanaan metode ini adalah ketidakmampuan untuk mengendalikan beban kerja di lantai pabrik yang dapat mengakibatkan meningkatnya lead time dan persediaan work in process.
Pengendalian Produksi Berbasis Behan atau l,oad-oriented Manufacturing Control (LOMC) adalah metode yang dikembangkan untuk mengendalikan kegiatan di lantai pabrik dengan memperhatikan beban kerja (workload) setiap stasiun kerja. Metode LOMC yang digunakan adalal1 Load-oriented Order Release (LOOR), yaitu metode yang didasarkan pada prinsip bahwa perilisan order di lantai pabrik, selain hams melihat jadwal penyelesaiannya juga hams memperhatikan beban ketja di lantai pabrik.
Penerapan metode ini menghasilkan suatu jadwal hasil evaluasi perilisan, dan jadwal ini akan menyatakan order mana yang akan dirilis dan mana yang akan ditunda perilisannya selama periode pengarnatan. Pada penelitian ini, semua order yang masuk sejak tanggal 21 April s.d. 10 Mei 2003 dapat dirilis pada periode pengamatan. Pengukuran performansi dilakukan untuk mengetahui apakah ada penurunan mean inventmy dan mean lead time setelah menerapkan metode LOOR ini. Dari hasil penbrukuran performansi setiap mesin dapat diketahui bahwa mean lead time dan mean inventory dari setiap mesin menjadi lebih kecil setelah dilakukan evaluasi perilisan. Nilai mean inventory (MI) dan mean lead time (MLT) sebelum dan sesudah penerapan LOOR dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).PENGENDALIAN PRODUKSI DENGAN METODE LOAD-ORIENTED ORRDER RELEASE (LOOR) DI CV. VIGANO INTI, BANDUNG ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENGENDALIAN PRODUKSI DENGAN METODE LOAD-ORIENTED ORRDER RELEASE (LOOR) DI CV. VIGANO INTI, BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2003.Text
MLA Style
.PENGENDALIAN PRODUKSI DENGAN METODE LOAD-ORIENTED ORRDER RELEASE (LOOR) DI CV. VIGANO INTI, BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2003.Text
Turabian Style
.PENGENDALIAN PRODUKSI DENGAN METODE LOAD-ORIENTED ORRDER RELEASE (LOOR) DI CV. VIGANO INTI, BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2003.Text