// <![CDATA[ANALISA PENGARUH VARIASI MEDIA PENDINGIN DAN TEMPERATUR PROSES DOUBLE TEMPER TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA ST-60]]> 0427067202 - Yusril Irwan, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 0409056902 - Prof. Meilinda Nurbanasari, ST. MT. Ph.D. Dosen Pembimbing 1 ERWIN RAHMAT TARUDDIN. R / 121999161 Penulis
Secara konvensional jika meningkatkan kekerasan suatu baja dengan jalan proses perlakuan panas selalu diiringi oleh meningkatnya nilai kegetasan dan terdapat austenit sisa pada baja tersebut, berdasarkan fenomena ini maka· dilakukan suatu penelitian tentang pengaruh variasi media pendingin dan temperatur dengan proses double temper terhadap kekerasan dan struktur mikro baja ST-60. Dari hasil pemeriksaan pada kondisi awal harga kekerasan hanya mencapai 370,4 VHN atau sebanding dengan 37,7 HRC dengan struktur mikro didominasi fasa perlit dan fasa ferit. Pada penelitian ini dilakukan proses pengerasan pada temperatur austenisasi normal di 850 "C dan 880 "C dengan waktu penahanan 1 jam untuk kemudian di celup cepat ke dalam media pendingin air dan nitrogen cair, setelah itu dilakukan proses double temper dengan temperatur temper tahap pertama di 850 °C dan 880 "C ditahan selama 1 jam untuk kemudian dicelup cepat kedalam oli yang dipanaskan sampai temperatur 300 °C dan ditahan sampai temperatur pada benda kerja merata yang dilanjutkan dengan pendinginan udara. Pada proses temper tahap kedua, benda kerja kembali dipanaskan pada temperatur 300 "C dan 500 "C dengan lama waktu penahanan 1 jam untuk kemudian didinginkan di udara sampai temperatur kamar. Dari hasil pemeriksaan kekerasan diperoleh hasil akhir terbaik untuk benda kerja dengan nilai kekerasan 469,13 HVN atau sebanding dengan 46,6 HRC melaiui proses pengerasan pada temperatur 880 °C media pendingin air, temper tahap pertama di temperatur 880 °C dan temper tahap kedua pada temperatur 300 °C. Dari hasil struktur mikro diperoleh pada benda kerja yaitu didominasi oleh fasa perlit dan bainit di dalam struktur martensit temper. Sehingga benda kerja yang mengalami proses ini akan memiliki sifat keras dan ulet.