PROSES GRAIN REFINING DENGAN METODE PENAMBAHAN NaCI PADA PROSES PENGECORAN ALUMUNIUM PADUAN
Proses pengecoran logam merupakan serangkaian kegiatan dalam memperoleh
suatu produk. Pada saat ini sebagian produk banyak menggunakan bahan alumunium, hal ini dikarenakan alumunium memiliki sifat yang ringan, ulet, dan tidak memiliki temperatur transisi juga tahan terhadap korosi.
Alumunium cair sangat mudah bereaksi dengan udara dan uap air., tepatnya
dalam proses pengecoran Alumunium akan menimbulkan masalah mengenai cacat.
Masalah-masalah yang tirnbul berupa cacat.
Untuk mengatasi masalah yang tirnbul berupa cacat tersebut dapat dilakukan
proses lanjutan bahkan proses awal dari proses pengecoran seperti proses Treatmen
Degassing dan Treatment Grain Refining. Bahan-bahan untuk proses Degassing
adalah Ar, N2, Cl, dan dilakukan Vakum sebelum proses pengecoran. Bahan-bahan
untuk proses Grain Refining adalah Na, Sr Sb.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa akan mengurangi cacat porositas,
sehingga menghasilkan bentuk butir yang halus, serta meningkatkan sifat mekanik
dari alumunium coran tersebut.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).PROSES GRAIN REFINING DENGAN METODE PENAMBAHAN NaCI PADA PROSES PENGECORAN ALUMUNIUM PADUAN ().Teknik Mesin:FTI
Chicago Style
.PROSES GRAIN REFINING DENGAN METODE PENAMBAHAN NaCI PADA PROSES PENGECORAN ALUMUNIUM PADUAN ().Teknik Mesin:FTI,2005.Text
MLA Style
.PROSES GRAIN REFINING DENGAN METODE PENAMBAHAN NaCI PADA PROSES PENGECORAN ALUMUNIUM PADUAN ().Teknik Mesin:FTI,2005.Text
Turabian Style
.PROSES GRAIN REFINING DENGAN METODE PENAMBAHAN NaCI PADA PROSES PENGECORAN ALUMUNIUM PADUAN ().Teknik Mesin:FTI,2005.Text