// <![CDATA[ANALISIS PERSAMAAN GERAK LOKOMOTIF DI TIKUNGAN]]> Prof. lr. Partosiswojo Dosen Pembimbing 1 Himawan Widianto / 12-1996-044 Penulis
Pada kereta api tidak terdapat suatu alat bantu yang secara langsung dapat membelokkan roda, kereta tersebut bisa mengikuti trek yang menikung karena bentuk dari trek dan roda dari kereta api itu sendiri. Tentunya untuk mendesain suatu bentuk roda dan rei harus memperhatikan gaya-gaya yang dialami oleh roda dan rel, terutama gaya-gaya pada saat kereta api tersebut melewati tikungan. Di dalam laporan ini akan dibahas gaya-gaya yang timbul pada setiap komponen utama (perangkat roda, /ruck frame, bolster dan car body) lokomotif saat melewati tikungan berdasarkan dynamic curving model. Gaya-gaya pada tiap komponen tersebut akan diuraikan berdasarkan hukum Newton II sesuai deogan arahnya, sehingga akan didapatkan suatu persamaan gerak yang lengkap untuk lokomotif. Karena menggunakan model analisis dynamic curving model, maka analisis persamaan gerak ini memperhitungkan perubahan jari-jari tikungan, adanya kecepatan dan percepatan dalam arah lateral dan input tiktmgan yang berubah-ubah. Sementara itu asumsi-asumsi yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Kecepatan maju dari lokomotif dianggap konstan. 2. Semua komponen lokomotif dianggap benda kaku dan mempunyai kebebasan dalam arab lateral, yaw dan roll. 3. Gerak vertikal dan roll dari perangkat roda diperoJeh dari bentuk roda rel dan gerak lateral dari perangkat roda. 4. Bolster menjadi satu kesatuan dengan car body. Dari asumsi-asumsi di atas, dapat disimpulkan babwa lokomotif mempunyai 29 (dua puluh sembilan) derajat kebebasan atau mempunyai 29 (dua puluh sembilan) persamaan gerak. Ke-29 persamaan gerak tersebut akan disajikan pada laporan tugas akhir ini.