// <![CDATA[STUDI KELAYAKAN UNTUK MEMPRODUKSI KANTONG PLASTIK DI PT SEMEN PADANG]]> 0428096602 - Ir. Yanti Helianty, MT Dosen Pembimbing 1 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 PUNG HERRIALMAM/13-2000-096 Penulis
Pada umumnya tujuan berdirinya suatu perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan atau laba semaksimal mungkin (secara tradisional). Tetapi pada saat ini, konsumen mempunyai keleluasaan untuk mencari dan memilih produk yang diinginkan disebabkan banyaknya alternatif pilihan, sehingga perusahaan dituntut untuk dapat memberi kepuasan kepada konsumen. Era perdagangan bebas tahun 20 I 0 menjadikan pasar akan lebih terbuka dan persaingan akan semakin kompetitif. Untuk dapat memenuhi dan menjawab tantangan pasar, perusahaan tidak saja harus memperhatikan setiap alur proses produksi mulai dari pemesanan bahan baku, proses produksi, tetapi juga pengemasan dan kemasan produk serta waktu untuk mendistribusikan produk tersebut (delivery time). PT Semen Padang merupakan salah satu perusahaan penghasil semen terbesar di Indonesia. Untuk menjaga kualitas semen dengan sifatnya yang cepat bereaksi dengan air dan udara mengharuskan perusahaan untuk memperhatikan kemasan semen. Semen dikemas dalam kantong-kantong yang terdiri dari kantong kertas dan kantong plastik kertas. Selama ini PT Semen Padang menggunakan kantong plastik kertas (PPIPE Woven Bag and Reinforced Laminating) yang dipesan dari perusahaan kantong yang ada di Medan. Kantong plastik kertas yang dibeli dari Medan sering mengalami keterlambatan dalam pengiriman serta mempunyai kualitas yang tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.Dimana perusahaan mendapatkan produk kantong yang mudah rusak dan tidak memiliki ketahanan dalam pemakaian yang cukup lama. Kalau masalah tersebut tidak diatasi akan menyebabkan terjadinya gangguan dalam proses produksi, sehingga kepuasan konsumen tidak tercapai yang berarti tidak tercapainya tujuan perusahaan dalam hal pemenuhan kebutuhan kantong plastik kertas (PP/PE Woven Bag and Reinforced Laminating) sesuai dengan target produksi perusahaan. Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan dalam proses produksi, PT Semen Padang berencana akan membeli mesin PP/PE Woven Bag and Reinforced laminating dan memproduksi kantong plastik kertas sendiri. Oleh karena itu, perlu diteliti atau dianalisa kelayakan pembelian mesin tersebut dengan judul Studi Kelayakan Memproduksi Kantong Plastik di PT Semen Padang. Dalam penentuan kelayakan ini digunakan beberapa aspek studi kelayakan yaitu aspek pasar, teknis, lingkungan finansial. Data-data yang dikumpulkan antara lain: kebutuhan atau permintaan yang dinginkan oleh pabrik pengantongan yang merupakan penerima tunggal untuk kantong yang dihasilkan, proses produksi dan kapasitas line produksi, dimensi line, kebutuhan bahan baku per kantong, lahan yang dimiliki, biaya per meter lahan yang dimilki, biaya mesin dan peralatan, biaya kendaraan dan biaya bahan baku yang dijadikan dasar untuk mengolah data aspek yang dilakukan. Pada penelitian tugas akhir ini, digunakan aspek pasar untuk melihat kebutuhan pasar dan peluang pasar, namun dalam kasus kali ini pasamya hanyalah pabrik pengantongan PT Semen Padang saja, sehingga permintaan dapat diketahui dari kebutuhan pabrik pengantongan sehingga dari segi aspek pasar layak untuk dilakukan produksi kantong plastik. Setelah itu dilanjutkan ke studi kelayakan dari segi aspek teknis. Disini perhitungan yang dilakukan berupa penentuan kebutuhan line dan luas lantai sehingga dilihat apakah luas lantai mencukupi kebutuhan lahan yang dimiliki dan juga dilakukan perhitungan terhadap tenaga kerja, alat angkutan dan kebutuhan bahan baku utama dan bahan baku penunjang. Dari perhitungan aspek teknis tersebut dinyatakan produksi kantong plastik layak dilakukan. Setelah aspek teknis layak maka dilakukan analisis aspek lingkungan. Penelitian aspek ini berupa dampak positif dan negatif terhadap lingkungan. Dalam hal ini aspek lingkungan menyatakan layak untuk dilakukan produksi kantong plastic dikarenakan dampak negatif dapat diatasi oleh pabrik yang akan didirikan. Setelah aspek lingkungan layak maka dilakukan perhitungan dari aspek financial. Dalam hal ini metoda yang digunakan adalah PW Cost dan EUAC. Dari kedua metoda tersebut dilakukan perbandingan apakah biaya produksi kantong lebih murah dari biaya pembelian kantong. Dari perbandingan tersebut didapatkan bahwasanya produksi kantong lebih murah dari pembelian sehingga aspek financial layak untuk dilakukan produksi kantong plastik.