// <![CDATA[USULAN PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN RESTO RAN SlAP SAJI BERDASARKAN PETA PREFERENSI DENGAN MENGGUNAKAN METODA KANO]]> 0401066902 - Yuniar, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 0421067501 - Yoanita Yulianti, ST., S.Psi., MT Dosen Pembimbing 2 SITI FAISY AH K./13-2000-156 Penulis
Tahun 90-an, di Indonesia, diperkenalkan suatu bentuk jasa rumah makan restoran siap saji. Selain menawarkan kecepatan pelayanan, restoran ini pada umumnya berada di lokasi yang 'tepat' dengan harga yang relatif sesuai. Restoran siap saji akan bertahan lama jika restoran tersebut dapat memberikan pelayanan sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen. Konsumen tidak hanya memikirkan jenis dan menu makanan tetapi juga memperhatikan harapan akan pembaharuan dari setiap fasilitas yang memenuhi selera konsumen, terutama dalam penataan layanan dan fasilitas pendukung lainnya, yang dapat memberikan nilai tambah dan menarik perhatian pembeli. Jika tidak dilakukan pembaruan yang berguna bagi konsumen maka dikhawatirkan perusahaan tersebut tidak dapat bertahan lama dan mengalami kemunduran. Oleh karena itu perusahan perlu mengetahui variabel- variabel yang berpengaruh terhadap fasilitas dan pelayanan restoran siap saji tersebut guna meningkatkan kualitas jasa yang berorientasi pada ekspektasi konsumen terhadap restoran siap saji tersebut. Agar pihak manajemen dapat mengetahui keinginan konsumen, maka diperlukan pemetaan preferensi atas fasilitas dan layanan yang diharapkan oleh konsumen restoran siap saji. Preferensi konsumen dapat diketahui salah satunya dengan Metode Kano berdasarkan dimensi servqual. Sesuai tujuan dari penelitian ini yaitu usulan peningkatan kualitas layanan restoran siap saji berdasarkan peta preferensi konsumen restoran siap saji dengan menggunakan Metoda Kano berdasarkan dimensi servqual maka didapatkan usulan untuk ketiga restoran siap saji berdasarkan perbadingan ekspektasi yang menimbulkan masalah antara konsumen dan manajer pada restoran siap saji X, Y,Z. Usulan perbaikan di restoran X, yaitu pada atribut perlengkapan restoran mengukuti zaman yaitu dengan mengganti perlengkapan restoran dengan perlengkapan yang baru yang mengikuti zaman. Misalnya desain kursi dan meja makan yang artistik dan ergonomis sehingga menimbulkan kenyamanan bagi konsumen, menyediakan kotak musik yang lagunya bisa di request secara otomatis oleh konsumen, sistem komputerisasi pada kasir, mengadaptasi teknologi yang berkembang saat ini, baik dalam dan luar negeri, peralatan yang upgradable, mudah dioperasikan dan kehandalan tinggi. Kemudian usulan untuk atribut restoran harus melakukan riset penelitian, misalnya restoran perlu melakukan riset minimal setiap 6 ( enam) bulan sekali guna menjaring masukan dari pihak konsumen terhadap kinerja restoran selama ini. Riset bias berupa kuesioner atau angket khusus, dan juga usulan menggunakan penelitian preferensi untuk menggunakan metoda Kano ini. Usulan perbaikan di restoran Y, yaitu pada atribut memisahkan ruangan smooking dan non smooking area misalnya pemberian tempat khusus bagi konsumen yang merokok agar tidak mengganggu kenyamanan konsumen lain. Jika luas ruangan terbatas, smooking area bias ditempatkan di luar restoran tetapi masih dalam areal restoran. Jika tidak maka manajer restoran bisa mengambil kebijakan "unik" dimana bagi konsumen yang merokok akan tetapi ingin berada di dalam ruangan restoran maka ia harus bersedia untuk tidak merokok dan rokoknya akan diganti dengan permen yang disediakan oleh pihak restoran. Tidak diberikan usulan untuk restoran Z karena perbandingan ekspektasi antara konsumen dan manajer tidak begitu menimbulkan masalah.