// <![CDATA[KEBIJAKAN PERSEDIAAN OBAT·OBATAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMUMKAN ONGKOS TOTAL PERSEDIAAN DIINSTALASI FARMASI (Studi Kasus Di Rumah Sakit Umum Kardinah Tegal)]]> 0003025502 - Dr. Kusmaningrum Soemadi, Ir., MT Dosen Pembimbing 1 0430117501 - R. Cahyadi Nugraha S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 PANDU SURYOTOMO/13-2000-167 Penulis
Rumah Sakit Umum (RSU) Kardinah Tegal merupakan industri atau organisasi pelayanan kesehatan. Untuk menunjang pelayanan kesehatan yang baik diperlukan kebijakan persediaan yang baik pula, kebijakan pengadaan persediaan obat-obatan yang diterapkan pada Instalasi Fannasi RSU Kardinah Tegal selama ini adalah dengan melakukan pemesanan setiap kali persediaan mencapai batasan minimum dan tidak memperhatikan ongkos-ongkos yang timbul oleh persediaan. Ongkos-ongkos yang timbul dalam persediaan meliputi ongkos pembelian, ongkos pemesanan, ongkos simpan, dan ongkos kekurangan. Pada penelitian tugas akhir ini dilakukan perumusan altematif solusi yang dapat digunakan sebagai masukan uotuk menetapkan kebijakan pengadaan persediaan obat-obatan pada instalasi farmasi rumah sakit. Pengendalian persediaan harus ditangani dcngan baik karena berkaitan dengan ongkos yang tidak sedikit. Kekurangan dan kelebihan persediaan obat dapat merugikan pihak rumah sakit, karena dengan adanya kelebihan persediaan, maka pihak rumah sakit akan menanggung ongkos yang besar terutama pada ongkos simpan untuk obat yang memerlukan cara penyimpanan khusus. Sedangkan apabila kekurangan persediaan obat, pihak rumah sakit tidak dapat melayani kebutuhan pasien terhadap obat tersebut yang berakibat menurunkan tingkat kepercayaan terhadap rumah sakit. Obat-obatan yang ada di Instalasi Farmasi RSU Kardinah Tegal sangat banyak jumlah dan jenisnya, tidak semua jenis obat yang akan diolah dalam pengolahan data, melainkan hanya obat jenis injeksi saja, karena obat jenis ini memiliki frekuensi penjualan yang sangat tinggi dan harga jual yang cukup mahal. Obat jenis injeksi yang diolah dalam pengolahan data hanya kelompok A pada perhitungan metode ABC, karena kelompok A merupakan kelompok yang relatif penting dian tara dua kelompok lainnya. Untuk menghitung ongkos dengan metode diselesaikan dengan solusi Hadley-Within dan harus diketahui distribusi data. Pengujian distribusi dilakukan untuk membuktikan apakah data memiliki distribusi tertentu. Dalam penelitian ini model yang digunakan mengharuskan data berdistribusi normal. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian distribusi menggunakan uji distribusi Kolmogorov-Smirnov. Dari pengujian data diperoleh hasil bahwa semua data penjualan obat berdistribusi normal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dihasilkan kebijakan persediaan untuk obat-obat yang menjadi objek penelitian berupa ongkos total, titik pemesanan kembali (reorder-point), kuantitas pemesanan optimal (lot-size), dan tingkat pelayanan (service level). Dengan metode Q akan dihasilkan ongkos persediaan yang lebih kecil dari metode yang digunakan oleh Instalasi Farmasi RSU Kardinah Tegal.