// <![CDATA[PERANCANGAN STASIUN KERJA PADA LINGKUNGAN TEMPAT BERMAIN PLAYSTATION (studi kasus pada anak SMP)]]> 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Suci Lestari/13-2000-185 Penulis
Playstation merupakan salah satu teknologi yang diminati oleh anak-anak dan dewasa. Saat ini sebagian besar anak-anak dan remaja menghabiskan waktu luang dengan bermain games. Pada saat penggunaan playstation dapat terjadi interaksi antara pengguna video games (pemain) dengan alat yang digunakan (joystik). Kondisi saat ini pada umumnya dari segi perilaku pengguna playstation tidak memperhatikan waktu dan posisi yang statis. Biasanya posisi duduk kurang tepat, seperti duduk di Iantai, tidak menggunakan alas duduk atau sandaran. Selain itu banyak pula pengguna video games yang mengabaikan: letak monitor yang terlalu dekat atau bahkan terlalu jauh; terlalu tinggi atau terlalu rendah dari posisi mata; arah datang cahaya yang memantul ke monitor; dampak dari video games yang mengakibatkan efek vibrasi yang berasal dari joystik dan tidak melakukan streching atau istirahat. Faktor-faktor tersebut dapat berdampak pada penurunan kondisi fisik, sehingga perlu dilakukan perbaikan terhadap stasiun kerja bermain playstation seperti, posisi duduk untuk pengguna playstation, tools yang digunakan, jarak televisi, minimasi vibrasi dari video games, pengaturan cahaya dan perbaikan sistem kerja. Penggunaan kursi dan meja yang sesuai, penggunaan perangkat dan pencahayaan pada lingkungan sekitar sating mendukung untuk mengurangi kelelahan yang biasanya dapat berakibat pada pengguna playstation. Perbaikan terhadap stasiun kerja bermain playstation perlu dilakukan untuk meminimasi dampak terhadap fisik yang diakibatkan oleh video games seperti, Cumulative Trauma Disorders (CTD' s). (CTD's) adalah dampak yang diperoleh secara gradual dan berakibat cacat jasmani yang diakibatkan penggunaan yang berlebihan pada kondisi lingkungan yang tidak ergonomis. Dampak fisik lainnya seperti nyeri pada punggung diakibatkan posisi duduk yang kurang baik dalam waktu yang lama, sakit pada pergelangan tangan atau yang disebut dengan carpal tunnel syndrome, mata terasa sakit yang diakibatkan jarak televisi dan brightnes dan kekontrasan dari televisi yang kurang baik. Kondisi seperti ini dapat berakibat terganggunya pertumbuhan, bentuk fisik yang berubah seperti kyphosis dan cacat permanen. Perbaikan statsiun kelja bermain playstation dilakukan dengan menggunakan pendekatan ergonomi untuk dimensi tubuh dan lingkungan kerja. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner yang dikembangkan dari Checklist Niebel, yang ditujukan untuk mencari kesalahan yang terjadi pada pengguna playstation dan kuesioner Nordic Body Map (Vibration Syndrome), yang ditujukan untuk mengetahui akibat yang terjadi dari posisi bermain yang kurang baik. Kuesioner disebarkan kepada responden pengguna playstation yaitu siswa SMP di Bandung, karena sebagian besar pengguna playstation adalah siswa SMP. Selanjutnya diiakukan Pengolahan data, evaluasi kesalahan umum yang terjadi, identifikasi technical response, pembuatan matriks prioritas, penentuan solusi fusi litas untuk meminimasi kesalahan, dan perancangan stasiun kerja bermain playstation. Perancangan dilakukan pada kursi untuk meminimasi efek yang diberikan akibat posisi duduk yang kurang baik, seperti perancangan pada sandaran yang fleksibel yang berfungsi menjaga posisi duduk tegak dalam keadaan relaks, kursi yang diberi bantalan empuk dapat mengurangi tekanan dari beban tubuh. Selain itu perancangan untuk lingkungan bermain playstation dilakukan terhadap; penempatan monitor yang berjarak 2 kali diagonal televisi untuk meminirnasi rasa lelah pada mata; menggunakan karpet, earmuff atau earplug untuk meminimasi kebisingan; dan meminimasi vibrasi yang ditimbulkan dari joystik. Dari rancangan ini diharapkan dapat meminimasi dampak negatif terhadap fisik yang diakibatkan dari bermain playstation.