// <![CDATA[PENGEMBANGAN MODEL CONSIGNMENT STOCK FOR k DELAYED DELIVERIES DENGAN SISTEM 1 VENDOR - 2 BUYER]]> 0425107701 - Hendro Prasetiyo, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 HENDRA PERMANA/13-2000-198 Penulis
Penentuan persediaan dengan melakukan kerja sama antara satu vendor dan satu buyer telah dilakukan oleh Hill (1999). Pengiriman barang pada Model Hill ( 1999) dilakukan ketika barang per batch digudang buyer habis. Braglia dan Zavanella (2003) mengembangkan Model Hill menjadi model consignment stock dengan kerja sama antara satu vendor dan satu buyer, pengiriman dilakukan ketika jumlah barang yang diproduksi sudah memenuhi batch. Braglia dan Zavanella (2003) juga membuat model consignment stock dengan beberapa kali penundaan pengiriman (k delayed deliveries). Pada kondisi nyata, masih memungkinkan untuk vendor melakukan kerja sama dengan multi buyer sehingga perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengembangkan sistem kerja sama antara satu vendor dengan multi buyer. Penelitian yang dilakukan yaitu mengembangkan penelitian Braglia dan Zavanella (2003) menjadi model consignmet stock for k delayed deliveries dengan sistem kerja sama antara satu buyer-dua vendor. Diharapkan dari model yang dikembangkan dapat menghasilka11 lot size per batch yang optimal per setiap pengiriman ke buyer I dan buyer 2 dengan total ongkos minimwn per tahun. Pengujian keandalan model dilakukan untuk menguji cara kerja model yang dikembangkan dengan data hipotetik. Total Ongkos dipengaruhi oJeh ongkos setup, ongkos kirim, ongkos simpan vendor, dan ongkos simpan buyer. Parameter-parameter pada model yang dikembangkan adalah ongkos setup per batch. ongkos kirim buyer 1, ongkos kirim buyer 2, ongkos simpan vendor, ongkos simpan buyer I, ongkos simpan buyer 2, kecepatan demand untuk buyer J, kecepatan demand untuk huyer 2, kecepatan produksi vendor, jumlah pengiriman per batch untuk buyer I, jumlah pengitiman per hatch untuk buyer 2, frekuensi penundaan pengiriman buyer 1, dan frekuensi penundaan pengiriman buyer 2. Variabel-variabel pada pengembangan model adalah lot stze per batch untuk huyer 1, lot size per batch untuk buyer 2, lot size optimal per batch untuk buyer 1, lot size optimal per batch untuk buyer 2, total ongkos, dan total ongkos minimum. Penentuan lot size per batch optimal didapat dari perbandingan total ongkos dari dua solusi optimal untuk lot size per batch, maksudnya lot size per batch optimal yang terpilih adalah dari total ongkos yang minimun. Pengujian perilaku solusi model dilakukan dengan mengubah nilai parameter-parameter yang ada. Hasil dari penelitian ini didapat model inventory yaitu model consignment stock for k delayed deliveries dengan sistem kerja sama antara satu buyer-dua vendor. Model yang dikembangkan ini menghasilkan lot size per batch optimal dengan total ongkos rninimun per tahun.