// <![CDATA[KAJIAN PROSES PEMBUATAN KOMPONEN X DENGAN MENGGUNAKAN METAL INJECTION MOLDING DI PERUSAHAAN X (Studi Kasus pada Proses Debinding dan Sintering)]]> Meilinda Nurbanasari, Ir.,MT.,Ph.D. Penulis Untung Asmoro, Ir., MT. Dosen Pembimbing 2 TUBAGUS HAERUDIN / 12-2000-017 Penulis
Dalam dunia teknologi informasi, pencapatan hasil yang beragam maupun penyempurnaan dari komponen produk sebelumnya mutlak diperlukan pengembangan baik dari segi mesin maupun komponen-komponen pendukungnya. Dengan dasar pemikiran kebutuhan produksi yang meningkat dengan efisiensi waktu, biaya, dan tenaga yang minimal, hal ini mendorong para enginering untuk melakukan berbagai terobosan-terobosan melalui penelitiannya. Metal injection molding merupakan salah satu dari sekian banyak jenis mesin yang mengalami pengembangan. Metal injection molding merupakan pengembangan dan cabang dari proses metalurgi serbuk tradisional. Proses metalurgi serbuk dapat mengetjakan bentuk produk yang rumit dengan skala yang besar tetapi terbatas untuk bentuk yang rumit, msehingga tercipta proses yang dapat menangani kekurangan proses tersebut. Proses tersebut dikenal dengan proses metal injection molding. Metal injection molding merupakan proses pembuatan komponen dengan ketelitian yang tinggi dan mampu menghasilkan bentuk volume yang besar dan kecil dengan komplek dari semua jenis material termasuk metal, ceramik, intermetalik compound, dan komposit. Proses metal injection molding terdiri dari tujuh tahapan proses yang tersusun secara bertahap dari awal, yaitu; blending, kneading, molding, demolding, debinding, sintering, dan yang terakhir produk. Tetapi yang mendasar dari keseluruhan proses adalah molding, sehingga kajian yang akan dibahas difokuskan pada molding tersebut. Pembahasan molding dibatasi pada perancangan mold dengan berbagai pertimbangan bahan dan konstruksi yang mengacu pada komponen produk X yang ada. Hasil akhir dari kajian ini berupa alur proses pembuatan komponen X.