// <![CDATA[ESTIMASI BIAYA PRODUKSI DENGAN PENERAPAN JOB COSTING SYSTEM PADA PERUSAHAAN JOB SHOP (Studi Kasus di PT. PELITA SEBAT ABADI)]]> 0003025502 - Dr. Kusmaningrum Soemadi, Ir., MT Dosen Pembimbing 1 Ir. Susi Susanty, M.T. Dosen Pembimbing 2 NOVAN EDIWIBOWO/13-2000-235 Penulis
Pada sistem manufaktur MTO peramalan penjualan tidak mungkin dilakukan karena ditentukan oleh pelanggan pada setiap jenisnya. Ketidakpastian penjualan dimasa datang, baik disisi volume maupun spesifikasinya amat tinggi. Berangkat dari hal diatas ketika perusahaan MTO mendapatkan job, penaksiran ongkos produksi yang nantinya akan dijadikan dasar dalam penentuan harga jual sangat penting bagi perusahaan dalam proses negosiasi suatu job. Hal ini bersifat sangat kritis karena banyak perusahaan yang kehilangan konsumennya hanya karena harga yang ditawarkan tidak competitive. Untuk mengantisipasi konsumen berpindah kepada competitor maka harus dirumuskan teknik dan cara-cara yang tepat dalam estimasi ongkos produksi tersebut. Pokok permasaiahan dalam hal ini bagaimana perusahaan dapat menawarkan harga jual yang realistik dan competitive kepada konsumen berdasarkan kepada perhitungan ongkos produksi job yang dikerjakan, dengan menggunakan pendekatan yang mudah untuk dilakukan dan cocok diterapkan pada industri yang berbasis jobshop serta tidak memakan waktu yang lama dalam perhitungannya. Estimasi ongkos produksi bersifat sangat kritis, karena jika estimasi yang dilakukan undercosting maka perusahaan akan mengalami kerugian. Sebaliknya jika terjadi overcasting maka konsumen akan dirugikan. Semua biaya yang dikeluarkan pada setiap job akan bersifat independent terhadap job lainnya. Dengan dernikian salah satu metoda pemecahan masalah yang sesuai, adalah dengan pendekatan Job costing system. Job costing system dapat didefinisikan sebagai sistem perhitungan ongkos yang dibebankan hanya pada sebuahjob atau lot produksi tertentu saja. Metoda ini sangat tepat digunakan pada PT. Pelita Sehat Abadi karena perusahaan berproduksi secara job order. Disamping itu kebanyakan j ob yang dikerjakan bersifat one-ofakind Sehingga daJam membebankan biaya overhf!A_dCjdajob, memerlukan suatu cara-cara yang sistematis. Didalam metodajob costingt~e ·ni~ yang sangat kritis sifa.tnya yaitu dalam hal menentukan cost driver yang dijadika am pembebanan biaya overhead pada produk. Didalam buku Accounting A Managerial Emphasis (2003), Charles T. Horgren mengatakan bahwa: 'no one cost driver is right for all situations. The accountant's goal is to find the driver that best links cause and effect.