// <![CDATA[PERANCANGAN OVEN PEMANAS ELEKTRODA LAS DENGAN KAPASITAS 5 KG]]> Yusril Irwan, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Tri Sigit P,. MT Dosen Pembimbing 2 HADI KUSUMA / 12-2000-185 Penulis
Pengaruh dari banyaknya kandungan uap air dan gas-gas seperti hydrogen (H2) yang berlebih pada suatu elektroda las akan merugikan hasil lasan, yaitu dapat menimbulkan cacat (Hidrogen Embrittlement) pada logam yang dilas. Untuk mendapatkan hasil pengelasan terbaik dari pengelasan dengan menggunakan elektroda terbungkus, salah satunya adalah kualitas elektroda yang cukup baik yaitu usaha penyimpanan elektroda agar terhindar dari penyerapan uap air atau gas-gas oleh flux. Untuk itu sebelum digunakan dalam pengelasan, elektroda sebaiknya telah mengalami pemanasan atau pemanggangan dalam suatu oven pemanas. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka dicoba untuk merancang suatu oven untuk memanaskan elektroda setelah di lakukan Rebaldng. Oven yang dibuat untuk mengkondisikan elektroda agar tidak ada udara dan uap air berlebih yang masuk kedalamnya, yaitu pada temperatur an tara 100 °C hingga 150 °C. Perpindahan panas yang terjadi pada oven ini adalah perpindahan panas konduksi dan konveksi, sedangkan perpindahan panas radiasi dan kecepatan udara lingkungan kita abaikan. Material yang akan digunakan dalam perancangan adalah stainless steel, glass wood dan serat/papan isolasi. Oven ini dirancang dengan kapasitas 5 kg untuk diameter elektroda 2,6 mm dan 3,2 mm, karena dimensinya yang kecil (diameter 179 mm dan panjang 650 mm) sehingga akan memudahkan dalam proses pengelasan, karena dapat dibawa-bawa. Daya yang digunakan untuk memanaskan elektroda pada temperatur 100 °C hingga 150 °C adalah 539,7 Watt dengan waktu pencapaian 10 menit.