// <![CDATA[PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TUNGKU LISTRIK PADA ALAT UJI MULUR SKALA LABORATORIUM]]> Yusril Irwan, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Tri Sigit P,. MT Dosen Pembimbing 2 Treza Bambang Aradea / 12-2000-190 Penulis
Pada setiap logam memiliki sifat bahan yang berbeda-beda, sehingga diperlukan suatu pengujian untuk mengetahui sifat-sifat dari logam yaitu dengan cara Uji Mulur. Uji Mulur (creep) adalah suatu fenomena yang terjadi pada material akibat deformasi secara kontinyu pada temperature tinggi dan dalam kurun waktu yang lama. Untuk memenuhi kebutuhan alat tersebut maka dirancang dan dibuat sebuah tungku pemanas. Tungku pemanas ini dirancang dengan kapasitas temperature maksimal sebesar 9000. Hal ini didasari atas hasil dari survey lapangan bahwa pemanfaatan material yang umum digunakan pada temperature tinggi hanya berkisar 6000 C-7000 C. untuk pengefisenan waktu operasi maka digunakan listrik sebagai sumber energi. Sedangkan untuk konstruksi tungku terdapat 2 pilihan yang berdasarkan hasil perancangan alat uji mulur skala laboratorium. Pilihan pertama, tunku yang dirancang menempatkan kolet di luar tungku, sedangkan pada pilihan kedua kolet ditempatkan di dalam tungku. Berdasarkan hasil penilaian perancangan didapet bahwa pilihan yang baik untuk digunakan adalah pilihan yang pertama. Proses pembuatan tungku dilakukan secara bertahap mulai dari pembuatan rumah tungku, pembuatan ruang pemanas, pemasangan isolator, dan pemasangan instalasi controller beserta pemanasnya. Tungku dioperasikan untuk temperatur ruang pemanas yang bervariasi. Variasi temperatur ini diatur oleh temperature control, dengan cara menyelingnya terlebih dahulu. Untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan tungku dalam mencapai temperature maksimum, maka dilakukan serangkaian pengujian dengan berbagai varian temperature.