PERANCANGAN MESIN PENGOLAH ONGGOK PADA INDUSTRI TAPIOKA MENGGUNAKAN MECHANICAL DESIGN PROCESS TERINTEGRASI
Ada sebuah pabrik tapioka di daerah Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Pabrik ini sedang mengalami kendala dalam pengolahan salah satu jenis hasil produksinya. Hasil produksi yang dimaksud adalah onggok. Onggok ini merupakan hampas dari singkong sebagai bahan utama pembuatan tapioka. Onggok ini disebut juga hampas tapioka. Material onggok ini mirip dengan hasil parutan kelapa dengan kadar air sebesar 80% dari volume onggok basah. Masalah yang sekarang dihadapi adalah pada cara pengolahan onggok basah ini. Bila ingin dijual dengan harga tinggi, onggok ini harus dijual dalam keadaan kering dan berwama putih bersih. Kondisi seperti ini dapat tercapai hanya bila onggok diproses dengan waktu yang singkat. Tetapi masalahnya system pengolahan yang ada sekarang masih bersifat sangat sederhana. Onggok basah ini diendapkan selama 12 jam, dipress menggunakan mesin press yang dioperasikan dengan tenaga manusia, lalu dijemur di bawah panas sinar matahari. Total waktu untuk pengolahan 4 ton singkong misalnya, memerlukan waktu sampai 5 hari lamanya. Dengan waktu pengolahan yang sangat lama tersebut, banyak kerugian yang didapat; kualitas onggok tidak terjaga, onggok dijual dalam keadaan basah dengan harga murah, biaya produksi tinggi, merupakan sebagian kecil erugian yang didapat. Berdasarkan masalah tersebut di atas, tentunya sistem pengolahan yang diterapkan tidak cocok dengan jumlah produksi onggok yang tinggi, oleh karenanya perlu dicarikan jalan keluar. Cara pemecahan masalah yang baik adalah dengan memotong jalur rantai pengolahannya serta peningkatan kualitas mesin-mesin produksinya. Berbicara mengenai mesin yang berkualitas tidak dapat dipisahkan dengan metode yang berkualitas. Metode merancang yang berkualitas adalah metode perancangan yang mengikuti metode proses perancangan mesin (mechanical design process). Dengan metode ini kita dibimbing untuk merancang suatu produk yang berorientasi terhadap keinginan konsurnen dan dapat memenuhi solusi permasalahan yang diinginkan. Tahapan yang diikuti meliputi pendefinisian dan perencanaan proyek, pembuatan spesifikasi, pembuatan konsep, perwujudan konsep serta dukungan terhadap produk. Berdasarkan berbagai pertimbangan di atas, akhimya dilakukan perancangan mesin pengolah onggok dengan pengintegralan proses perancangan mesin pada saat perancangannya. Pada saat pelaksanaannya tentunya diperlukan berbagai data agar dapat melalui semua tahapan perancangan. Pengambilan data-data ini dilakukan dengan menggunakan metoda pengambilan data seperti; pengamatan (observasi), wawancara (mterview) dan studi literatur. Dengan menggunakan proses perancangan mesin terintegrasi, akhirnya didapatkan rancangan mesin pengolah onggok dengan jumlah mampu olah sebesar kurang lebih 4 ton singkong dalam waktu 3 jam atau I ,3 ton singkong setiap jam. Dengan kemampuan sebesar ini total waktu untuk pengolahan 4 ton singkong diperkirakan hanya akan memakan waktu 2 hari kerja, 3 hari lebih singkat dibanding yang sudah ada. Secara keseluruhan perancangan mesin dengan menggunakan mechanical destgn process terintegrasi ini telah menghasilkan rancangan mesin pengolah onggok dengan perkiraan efisiensi yang lebih baik dibandingkan dengan yang sudah ada.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2006).PERANCANGAN MESIN PENGOLAH ONGGOK PADA INDUSTRI TAPIOKA MENGGUNAKAN MECHANICAL DESIGN PROCESS TERINTEGRASI ().Teknik Mesin:FTI
Chicago Style
.PERANCANGAN MESIN PENGOLAH ONGGOK PADA INDUSTRI TAPIOKA MENGGUNAKAN MECHANICAL DESIGN PROCESS TERINTEGRASI ().Teknik Mesin:FTI,2006.Text
MLA Style
.PERANCANGAN MESIN PENGOLAH ONGGOK PADA INDUSTRI TAPIOKA MENGGUNAKAN MECHANICAL DESIGN PROCESS TERINTEGRASI ().Teknik Mesin:FTI,2006.Text
Turabian Style
.PERANCANGAN MESIN PENGOLAH ONGGOK PADA INDUSTRI TAPIOKA MENGGUNAKAN MECHANICAL DESIGN PROCESS TERINTEGRASI ().Teknik Mesin:FTI,2006.Text