PENGERINGAN BIJI JAGUNG HASIL PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PENGERING UNGGUN PAN CAR (SPOUTED BED DRYER)
Pengeringan hasil-hasil pertanian merupakan operasi yang sangat penting dalam suatu rangkaian proses penanganan pasca panen. Spouted Bed Dryer merupakan alat pengering yang memanfaatkan teknik unggun pancar, yaitu pengontakan partikel padatan dengan udara pengering yang dihembuskan dari dasar kolom. Dibandingkan dengan pengering konvensional, sistem pengering dengan unggun pancar memiliki keunggulan yaitu dapat meningkatkan kualitas produk (fisik) dan dapat mengurangi persentase kerusakan (segi nutrisi). Dengan pengering unggun pancar produk dapat dikeringkan pada temperatur udara pengering dengan suhu rendah atau suhu yang lebih tinggi sehingga dapat mengurangi penyusutan, keretakan dan perubahan warna dari produk yang dikeringkan serta kotoran-kotoran dalam bahan dapat dikeluarkan pada saat proses pengeringan berlangsung. Untuk mendapatkan kondisi pengeringan sebuah produk yang optimum diperlukan karakteristik-karakteristik teknik pengeringan pada berbagai kondisi sebagai bahan pertimbangan dalam melihat akibat-akibat yang diperkirakan terjadi jika kita memilih suatu kondisi pengeringan dengan suatu teknik pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek suhu udara pengering, efek laju alir udara pengering serta untuk mengetahui pengaruh laju sirkulasi massa partikel dan waktu sirkulasi partikel dalam unggun pancar terhadap waktu tinggal partikel dalam unggun. Berdasarkan tujuan penelitian di atas diharapkan memperoleh parameter utama yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan suatu teknik pengeringan dengan system unggun pancar berdasarkan berbagai karakteristik yang diperoleh dari pengujian dalam skala laboratorium. Produk yang digunakan untuk pengujian adalah jagung dengan pertimbangan bahwa dalam kondisi kering jagung mempunyai ketahanan terhadap serangan jamur, bakteri dan mempunyai kadar protein yang tinggi. Pengujian dilakukan secara tumpak, faktor geometrik dari pengering unggun pancar dibuat tetap, kondisi temperatur udara pengering (32°C, 42°C dan 52°C), massa jagung (100 gr, 150 gr dan 200 gr) dan kecepatan udara pengering (1,5 - 3 Urns). Dari hasil pengujian berbagai karakteristik penelitian ini berhasil menentukan sifat-sifat tennofisik jagung (sepetti difusivitas air, koefisien perpindahan massa, kadar air kesetimbangan), menentukan persamaan empiris kadar air kesetimbangan, koefisien perpindahan massa dan laju sirkulasi massa partikel untuk jagung.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2002).PENGERINGAN BIJI JAGUNG HASIL PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PENGERING UNGGUN PAN CAR (SPOUTED BED DRYER) ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.PENGERINGAN BIJI JAGUNG HASIL PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PENGERING UNGGUN PAN CAR (SPOUTED BED DRYER) ().Teknik Kimia:FTI,2002.Text
MLA Style
.PENGERINGAN BIJI JAGUNG HASIL PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PENGERING UNGGUN PAN CAR (SPOUTED BED DRYER) ().Teknik Kimia:FTI,2002.Text
Turabian Style
.PENGERINGAN BIJI JAGUNG HASIL PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PENGERING UNGGUN PAN CAR (SPOUTED BED DRYER) ().Teknik Kimia:FTI,2002.Text