// <![CDATA[PENGARUH PENGERINGAN TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DALAM TELUR AYAM]]> Mutia Pujiningtyas/ 14- 2000- 039 Penulis Ladyana/ 14- 2000- 045 Penulis Tati Djuati, Dra., M.Ed, Apt. Dosen Pembimbing 1
Telur ayam mempunyai kandungan protein yang tidak kalah dari daging hewan. Untuk kepraktisan dalam pendistribusian, maka dilakukan metode pengawetan telur dengan cara pengeringan, sehingga dihasilkan telur dalam bentuk serbuk. Suhu tinggi dalam pengawetan telur dengan metode pengeringan dapat mengakibatkan protein dalam telur terdenaturasi, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengeringan terhadap kandungan protein dalam telur ayam. Prosedur kerja terdiri dari : percobaan pendahuluan, percobaan inti, dan analisa terhadap telur yang akan dan telah dikeringkan. Operasi pengeringan dilakukan secara batch. Dalam pengeringan ini, udara yang digunakan sekali lewat dan tidak ada udara yang direcycle. Pada percobaan, untuk temperatur 32,19 °C diperoleh protein maksimum, yaitu 48,96% sedangkan pada sulm 45,27 °C diperoleh kadar protein minimum yaitu 29,64%. Kadar air yang dapat dilepaskan sebesar 81,86%. Pengaruh pengeringan dengan pemanasan antara 32°C - 45°C terhadap kandungan protein telur ayam akan menyebabkan penurunan sekitar 39,50 %.