// <![CDATA[PENENTUAN KONDISI OPERASI OPTIMUM PEMBEKUAN TELUR AYAM]]> S. Juhanda, Ir., M.Eng Dosen Pembimbing 1 Tati Djuati, Dra., M.Ed, Apt. Dosen Pembimbing 2 Sigit Wijarnako / 14-1998-003 Penulis Lilis Mila Yantii / 14-1998-016 Penulis
Telur ayam sudah tidak asing lagi bagi masyarakat lndonesia. Hampir setiap hari masyarakat mengkonsumsi telur dan berbagai macam makanan yang diolah dari telur. Selain dikonsumsi masyarakat, telur ayam juga banyak digunakan oleh industri makanan sebagai bahan baku atau bahan pembantu proses industri. Hal ini disababkan selain harga teluf mudah dijangkau dan telur itu sendiri mudah diolah, telur ayam juga mempunyai gizi yang cukup tinggi dan merupakan salah satu sumber protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun telur ayam tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang terlalu lama karena mudah membusuk. Salah satu cara mengatasi kendala tersebut adalah dengan jalan pembekuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi pembekuan yang, optimum yaitu suhu dan waktu pembekuan dimana kadar protein dalam telur ayam dapat dipertahankan semaks.imal mungkin. Percobaan dalam penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan dua peubah yaitu suhu pembekuan (-10°C dan -20°C) dan waktu pembekuan (t=72 jam dan t=120 jam). Selama proses pembekuan telur ayam mengalami perubahan terutama mengenai kandungan protein di dalam telur ayam. Kadar protein di dalam telur ayam ditentukan dengan metode Kjedahl. Metode ini meliputi 3 tahap proses yakni destruksi, distilasi, dan titrasi. Dengan metode ini diperoleh kadar Nitrogen pada telur ayam. Kadar protein diperoleh dari hasil perkalian Nitrogen (%) dengan 6,25 sebagai faktor perkalian untuk protein hewani. Kadar protein maksimum didapat pad a T=-20°C dengan waktu pembekuan selama 72 jam dan dengan nilai aktivitas air (aw) pada kuning telur=0,84 dan aw putih telur=0,96. Pada kondisi ini pertumbuhan bakteri dan reaksi kimia masih minim, seperti yang terlihat pada grafik hubungan kecepatan reaksi dengan aktivitas air dnlam bahan makanan, sehingga kadar protein dalam telur ayam dapat dipertahankan semaksimal mungkin.