// <![CDATA[PENGARUH ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH MENJADI INDUSTRI TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI DI KABUPATEN CIANJUR (STUDI KASUS :]]> REZA FACHRIANSYAH / 242012015 Penulis Yanti Budiyantini, Ir., M DevPlg. Dosen Pembimbing 1
Alih fungsi lahan merupakan masalah yang sering terjadi pada lahan pertanian. Masalah alih fungsi lahan telah mengubah fungsi lahan terutama lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian. Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian saat ini terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kabupaten Cianjur merupakan wilayah yang termasuk sebagai lumbung padi nasional juga mengalami alih fungsi lahan pertanian terutama lahan sawah. Salah satu dari 32 Kecamatan di Kabupaten Cianjur yang mengalami alih fungsi lahan adalah Kecamatan Sukaluyu, dari tahun 2010 – 2015 luas lahan sawah yang mengalami alih fungsi sebesar 312 hektar. Kecamatan Sukaluyu termasuk sebagai salah satu kontributor utama produksi padi di Kabupaten Cianjur, sehingga terjadinya alih fungsi lahan telah mengurangi jumlah produksi padi di Kecamatan Sukaluyu. Hal tersebut selanjutnya akan memberikan pengaruh terhadap tingkat kesejahteraan petani pemilik lahan di Kecamatan Sukaluyu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab alih fungsi lahan sawah dan pengaruh alih fungsi lahan tersebut terhadap tingkat kesejahteraan petani pemilik lahan di Kabupaten Cianjur Kecamatan Sukaluyu. Untuk mencapai tujuan tersebut disusunlah 3 (tiga) sasaran, yaitu teridentifikasinya besaran laju alih fungsi lahan sawah; teridentifikasinya faktor-faktor yang menyebabkan alih fungsi lahan sawah; dan teridentifikasinya pengaruh alih fungsi lahan sawah terhadap tingkat kesejahteraan petani pemilik lahan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, analisis laju alih fungsi lahan, analisis regresi logistik binar, analisis regresi linier berganda dan analisis uji beda rata-rata dengan t-test. Pada tahun 2010-2015 terjadi alih fungsi lahan sawah di Kecamatan Sukaluyu menurunkan luas lahan sawah sebesar 10,11%, dengan laju penurunan setiap tahunnya mencapai 1,68%. Faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berdasarkan hasil analisis, faktor internal yang mempengaruhi alih fungsi lahan di Kecamatan Sukaluyu adalah usia petani, pengalaman bertani, jumlah tanggungan keluarga dan luas lahan. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi alih fungsi lahan di Kecamatan Sukaluyu adalah jumlah industri dan kebijakan pemerintah. Alih fungsi lahan di Kecamatan Sukaluyu mengakibatkan penurunan pendapatan total yang diperoleh petani pemilik lahan sebelum dan sesudah alih fungsi lahan sebesar Rp 1.910.459,00- Secara keseluruhan berdasarkan hasil penelitian terjadinya alih fungsi lahan di Kecamatan Sukaluyu telah memberikan pengaruh yang negatif terhadap pendapatan total petani. Hal ini menunjukan bahwa alih fungsi lahan memberikan dampak yang negatif terhadap tingkat kesejahteraan petani pemilik lahan di Kecamatan Sukaluyu. Kata Kunci: Alih Fungsi Lahan, Kesejahteraan Petani