// <![CDATA[PENYUSUNAN TATA LETAK MESIN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HYBRID LAYOUT DI DEPARTEMEN PERKAKAS INDUSTRI DIVISI MEKANIK PT. PINDAD BANDUNG]]> Ir. Emsosfi Zaini, MT. Dosen Pembimbing 1 Cahyadi Nugraha, ST Dosen Pembimbing 2 DELIANA/13-1999-044 Penulis
PT. PINDAD merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur. Departemen Perkakas lndustri Divisi Mekanik merupakan salah satu bagian dari unit usaha PT. PINDAD yang khusus membuat alat-alat perkakas. Dalam berproduksi Divisi Mekanik tidak hanya menerima pesanan dari pihak militer saja, akan tetapi juga menerima pesanan dari luar (perusahaan komersil). Produk yang dihasilkan memiliki variasi produk yang sangat tinggi dengan ukuran lot yang menengah. Variasi produk yang sangat tinggi tersebut dapat menimbulkan beragamnya urutan proses dari masing-masing komponen, sehingga apabila perusahaan masih menggunakan tata letak yang sekarang maka akan mengakibatkan aliran material yang tidak teratur, meningkatnya biaya perpindahan material, dan mengalami kesulitan untuk pengendalian proses produksinya. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan perancangan ulang tata letak yang dapat memberikan efisiensi dan fleksibilitas yang tinggi. Efisiensi dan fleksibilitas yang tinggi dapat diberikan oleh Cellular layout, untuk variasi produk yang tinggi dan ukuran lot yang menengah, tetapi apabila terdapat produk barn (produk yang karakteristiknya tidak sama) maka aliran antar sel dan intra sel pada tata letak cellular layout akan meningkat sehingga efisiensi yang dihasilkan menjadi rendah. Oleh karena itu, diperlukan suatu tata letak yang barn yang sesuai dengan keadaan di PT. PINDAD, yaitu perancangan ulang tata letak dengan menggunakan pendekatan hybrid layout. Hybrid layout ini membentuk suatu sel manufaktur dan mesin-mesin individual sehingga efisiensi dan fleksibilitas yang tinggi untuk mengerjakan berbagai komponen yang sesuai dengan permintaannya. Metode yang digunakan dalam pembentukkan hybrid layout ini adalah metode yang dikembangkan oleh Harhalakis (1996) dan untuk penyusunan tata letak mesin di dalam sel dan antar sel digunakan metode heuristik CRAFT. Perbaikan layout ini menggunakan ukuran performansi ongkos material handling. Hasil perbaikan layout dengan menggunakan pendekatan hybrid layout metode yang dikembangkan oleh Harhalakis (1996) memberikan penurunan ongkos material handlingsebesar 18,36%.