// <![CDATA[PERANCANGAN ALAT UJI LELAH TIPE R.R.MOORE DAN PENGUJIAN BEBAN LENTUR MURNI]]> 0423037201 - Ali Atamimi S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Ir. AHMAD MUHAZIR, M.T Dosen Pembimbing 1 Djohari Hobrouw / 122001200 Penulis
Patah yang dikenal dengan istilah patah Ielah mula-mula ditemui pada gandar lokomotif uap yang tidak dapat diatasi dengan memperbesar ukuran gandar, padahal ukuran gandar sudah dirancang dengan kriteria kekuaran statik. Fenomena yg teijadi pada gandar lokomotif tersebut disebabkan oleh beban dinamis dan patah yang disebabkan oleh beban dinamis ini biasanya tidak disertai dengan tanda-tanda seperti retak makro sebelumnya. Oleh sebab itu maka orang mulai memikirkan terhadap suatu benda dengan beban dinamis.Untuk melakukan pengujian beban dinamis maka R.R Moore merancang suatu alat sederhana dengan pembebanan lentur murni. Sehingga penulis tertarik untuk merancang mesin uji lelah tipe RR Moore dengan pembebanan lentur murni Perancangan kontruksi menggunakan kriteria statik dan mencari rnomen maksimum serta menentukan faktor keamanannya untuk rnasing-masing komponen dari bahan ST-42. Penulis juga melakukan pengujian beban lentur murni dari dua jenis bahan yaitu AISI 1010 dan C27000 dengan tiga bentuk benda uji yaitu bentuk: standar, beralur dan berlubang untuk mengetahui jumlah putaran akibat tegangan dinarnis sampai benda uji tersebut patah, serta membandingkan hasilnya dengan perhitungan, penulis menggunakan tiga bentuk benda uji agar mengetahui pengaruh kosentrasi tegangan terhadap kekutan lelah. Dari jumlah putaran yang di peroleh dari pengujian penulis dapat menentukan tegangan Ielah dari setiap benda uji dengan menggunakan grafik S-N , tegangan Ielah atau yang dikenal dengan nama sigma endurance ini sangat penting untuk merancang elemen mesin dengan kondisi pembebanan dinamis agar elemen tersebut tidak patak Ielah. Ada beberapa hal yang dapat diperoleh dari hasil pengujian tetapi penulis hanya melihat dari jumlah putaran yang diperoleh untuk masing-masing benda uji sampai patah.