// <![CDATA[PEMBUATAN OVEN PEMANAS ELEKTRODA LAS DENGAN KAPASITAS 5 KG]]> 0417037701 - Tri Sigit Purwanto, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 0427067202 - Yusril Irwan, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 ABDULLAH IKHSAN / 122000171 Penulis
Pengaruh dari banyaknya kandungan uap air dan gas-gas seperti hidrogen (H2) yang berlebih pada suatu elektroda las akan merugikan basil lasan, yaitu dapat menimbulkan cacat (Hidrogen Embrittlement) pada logam yang dilas. Untuk mendapatkan hasil pengelasan terbaik dari pengelasan dengan menggunakan elektroda terbungkus, salah satunya adalah kualitas elektroda yang cukup baik yaitu usaha penyimpanan elektroda agar terhindar dari penyerapan uap air atau gas-gas oleh flux. Untuk itu sebelum digunakan dalam pengelasan. elektroda sebaiknya telah mengalami pemanasan atau pemanggangan dalam suatu oven pemanas. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka dibuat suatu oven untuk memanaskan elektroda setelah di lak:ukan proses Rebaking. Oven yang dibuat untuk mengkondisikan elektroda agar tidak ada udara dan uap air berlebih yang masuk kedalamnya, yaitu pada temperatur antara 100 °C hingga 150 °C. Material yang digunakan dalam pembuatan oven adalah stainless steel, baja karbon, glass wood dan serat/papan isolasi. Adapun proses pengerjaannya dengan menggunakan mesin bubut, freis, bor, gerinda dan ketja bangku Oven ini dibuat dengan kapasitas 5 kg untuk diameter elektroda 2,6 mm dan 3,2 mm, karena dimensinya yang kecil (diameter 179 mm dan panjang 650 mm) sehingga akan memudahkan dalam proses pengelasan. karena dapat dibawa-bawa. Daya yang digunakan untuk memanaskan elektroda pada temperatur 100 °C hlngga 150 °C adalah 539,7 Watt dengan waktu pencapaian 10 menit.