// <![CDATA[lMPLEMENTASl METODE SIX SIGMA SEBAGAI TEKNIK PEMECAHAN MASALAH PENINGKATAN KUALITAS BERBASIS CONTINOUS IMPROVEMENT PADA PRODUK TRANSFORMATOR BALLAST EKSPOR TIPE A-1 (Studi Kasus di Dept. Ballast Ekspor, PT. Nikkatsu Electric Works)]]> 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Penulis Helmi/131998065 Penulis
Dalam lingkungan bisnis global, pelanggan (customer) berposisi sebagai pemegang kendali, produsDalam lingkungan bisnis global, pelanggan (customer) berposisi sebagai pemegang kendali produsen harus dapat mengerti tentang preferensi dan ekspektasi konsumen, dan mengubah cara pikir produsen ke keinginan pelanggan dalam hal penyediaan produk atau jasa. Perubahan cara berpikir ini akan menjadikan perubahan di dalam sistem yang digunakan untuk menjalankan dan mengelola perusahaan, dan untuk menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan keinginan konsumen. PT. Nikkatsu Electric Works (NEW) merupakan perusahaan yang memproduksi alat-alat listrik seperti Transformator Ballast (trafo ), Transformer dan Lighting Fixture, yang memiliki visi berupaya menghasilkan produk Transformator Ballast, Transformer dan Lighting Fixture yang bermutu tinggi sesuai dengan kualiftkasi ISO 9002 dengan harga bersaing dan menguasai pasar domestik dan Asia. Permasalahan yang dihadapi perusahaan dalam proses produksinya adalah frekuensi cacat produk yang muncul masih relatif tingg~ sehingga perusahaan membutuhkan suatu metode atau cara untuk mengetahui akar masalah utama penyebab cacat produk, dan kemudian melakukan tindakan implementasi perbaikan dan pengendaliannya. Peningkatan kualitas dengan menggunakan metode Six Sigma merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan di Departemen Ballast Ekspor, PT. Nikkatsu Electric Works. Tahapan-tahapan inti dalam metode Six Sigma adalah mengikuti suatu pola siklus DefineMeasure- Analyze-Improve-Control (DMAIC). Penentuan karakteristik jenis cacat yang paling kritis (CTQ) pada penelitian ini dilakukan terhadap frekuensi munculnya jenis cacat, diskusi dengan pihak terkait di Departemen Ballast Ekspor, dan terhadap biaya akibat kegagalan kualitas (COPQ). Pengidentiftkasian faktor-faktor yang menyebabkan teijadinya cacat yang yang paling kritis (CTQ) dengan menggunakan fishbone diagram, kemudian dilanjutkan dengan penentuan faktor yang paling beresiko tinggi sebagai penyebab terjadinya cacat produk tersebut dengan menggunakan metode Failure Method and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan penelitian ini, maka dapai disimpulkan bahwa jenis cacat produk yang paling kritis pada proses produksi pembuatan produk Transformator Ballast Ekspor Tipe A-1 adalah jenis Cacat Putus dengan kualiflkasi cacat Putus-Solder, sehingga implementasi perbaikan yang dirancang dan diusulkan serta pengendaliannya menitikberatkan dan memfokuskan pada perbaikan dan pengendalian terhadap munculnya jenis cacat Putus-Solder yang terdapat di bagian Pengawatan Departemen Ballast Ekspor, PT. Nikkatsu Electric Works.