// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN UNTUK MENGURANGI BIAYA KUALITAS DI INDUSTRI KAIN GREY (STUDI KASUS CV. PERTENUNAN MAEMUNAH)]]> 0422117502 - Rispianda , S.T., M.T., M.Phiil. Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 YENNY IRIANI RACHMAN/13-1999-047 Penulis
Penelitian yang dilakukan pada industri kain grey memiliki masalah rendalmya kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, dengan menggunakan pendekatan biaya kualitas, diharapkan perusahaan dapat mengetahui besamya elemen-elemen biaya kualitas yang berpengaruh dan segera melakukan perbaikan-perbaikan yang penting untuk mengurangi biaya kualitas. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada CV.Pertenunan Maemunah dapat diidentifikasikan elemen-elemen biaya kualitas dan dilakukan perhitungan terhadap masing-masirrg- biaya. ยท Hasil -perhitungan biaya lmalitas diperoleh bahwa biaya kegagalan internal memiliki rasio biaya yang tertinggi yaitu sebesar 33,606%. Diikuti oleh biaya kegagalan eksternal yaitu 25,227% dan biaya pencegahan sebesar 23,832%. Sedangkan biaya dengan rasio terkecil 17,336% adalah biaya penilaian. Biaya yang tertinggi akan dikendalikan dengan melakukan tangkah perbaikan. Biaya kegagalan internal yang tinggi karena diakibatkan terdapatnya produk rework-dan produk scrap. Persentase biaya rework terhadap biaya kegagalan-internal yaitu sebesar 45,185 % dan persentase biaya scrap terhadap biaya kegagalan internal sebesar 34,034%. Rework terjadi karena cacat kain yang masih dapat diperbaiki dalam proses termasuk didalamnya cacat-cacat seperti cacat lusi tegang lusi putus, lusi kendur, pakan kotor; lusi.kotor; lusi melompat; pakan putus, pakan double, ujung pakan sisip, pakan meringkal, pakan rapat jarang, pinggir cacat, cacat tempel, cacat parut dan cacat bongkar. Scrap merupakan produk cacat yang tidak bisa diperbaiki kembali termasuk didalamnya jenis cacat pakan/benang beda jenis, benang overtwist, pakan lusi salah campur, kain kotor, pinggir sobek, lusi kena oli, pakan kena oli. Dari tiap-tiap jenis cacat rework dan scrap akan dipilih prioritas cacat yang akan dikendalikan dengan menggunakan diagram pareto. Diagram pareto menghasilkan 3 jenis cacat rework yang diprioritaskan untuk diperbaiki yaitu cacat pakan kotor, lusi kotor dan pakan putus. Untuk cacat scrap, jenis cacat yang diprioritaskan untuk dikendalikan adalah cacat pakan/lusi beda jenis, kain kotor dan pinggir sobek. Diagram sebab-akibat digunakan dalam melakukan analisis penyebab timbulnya cacat. Penentuan penyebab potensial masing-masing cacat menggunakan Angka Prioritas Resiko (RPN). Berdasarkan RPN tersebut dibuat usulan langkah perbaikan. Berdasarkan penyebab utama terjadinya cacat maka usulan perbaikan memperhatikan penyebab utama tersebut. Usulan perbaikan untuk cacat pakan kotor yaitu penggunaan sarung tangan oleh operator dan teknisi mesin. Usulan perbaikan untuk cacat lusi kotor yaitu merubah sistem pengisian oli dari manual ke sistem tabung. Usulan perbaikan untuk cacat pakan putus yaitu tidak menggunakan benang pakan kualitas murah. Ustilan perbaikarr untuk cacat pakan/lusi beda jenis yaitu tidak membeli benang pada agen dan melakukan pemeriksaan benang yang ketat. Usulan perbaikan untuk cacat kain kotor yaitu memperhatikan pengisian oli mesin. Usulan perbaikan untuk cacat pinggir sobek yaitu melak.ukan pemeriksaan terhadap kondisi mesin, meningkatkan pengawasan di lantai produksi baik terhadap operator maupun kepala shift.