EVALUASI PROSEDUR PENILAIAN KELAYAKAN PEMBERIAN·PINJAMAN MODAL USAHA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENANGANI PINJAMAN BERMASALAH (Studi Kasus Divisi Kemitraan Usaha Kecil PT. Krakatau Steel Cilegon Banten)
Bersumber dari Surat Keputusan Menteri BUMN yang mewajibkan setiap perusahaan BUMN untuk mengalokasikan l-3% keuntungan yang diperoleh untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk mitra binaan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk berperan serta dalam menanggulangi masalah pengangguran, kemiskinan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat, sehingga dapat mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja, kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan oleh PT. Krakatau Steel adalah dengan memberikan bantuan pinjaman modal usaha kepada Usaha Kecil (UK) yang membutuhkan.
Pemberian pinjaman modal usaha akan menimbulkan suatu resiko baik kecil maupun besar yang akan berpengaruh terhadap kinerja Program Kemitraan Divisi Kemitraan Usaha Kecil (KUK) PT. Krakatau Steel. Salah satu masalah yang dihadapi oleh divisi KUK saat ini adalah banyaknya pinjaman bermasalah yang terjadi. Pinjaman bermasalah dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya, baik itu dari faktor pemohon pinjaman, pemberi pinjaman, maupun dari faktor ekstem (luar). Agar kesalahan dalam memperkirakan resiko bias diminimasi, maka divisi KUK harus menganalisis permohonan pengajuan pinjaman modal usaha dari berbagai aspek agar keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan. Melihat kondisi banyaknya pinjaman bermasalah saat ini, perlu dipikirkan kembali apakah prosedur penilaian kelayakan pemberian pinjaman modal kerja yang diterapkan di divisi KUK sudah baik atau belum. Untuk itu maka penelitian ini berusaha meninjau ulang atau mengevaluasi prosedur penilaian kelayakan yang diterapkan di divisi Kemitraan Usaha Kecil (KUK) PT. Krakatau Steel saat ini.
Pengkajian kelayakan dari suatu permohonan pinjaman bertujuan untuk mempelajari usulan permohonan pinjaman dari segala aspek agar setelah usulan tersebut diterima dan dilaksanakan, betul-betul dapat mencapai hasil sesuai dengan yang direncanakan atau harapan. Pengkajian tersebut bersifat menyeluruh dan berusaha menyoroti segala aspek kelayakan. Di samping sifatnya yang menyeluruh, studi kelayakan juga harus dapat menyuguhkan hasil analisis secara kuantitatif tentang manfaat yang akan diperoleh. Untuk itu maka dibutuhkan prosedur penilaian kelayakan yang tepat dalam menyeleksi usaha-usaha kecil yang mengajukan pinjaman modal usaha.
Proses penilaian kelayakan yang dilakukan mencakup berbagai aspek baik itu dari aspek manajemen dan organisasi yang bertujuan untuk melihat kemampuan manajemen usaha kecil dalam mengelola usaha yang dijalankan, aspek pemasaran yang digunakan untuk melihat kemampuan usaha kecil dalam memasarkan hasil produksinya, aspek teknis untuk melihat kemampuan usaha kecil untuk berproduksi secara berkesinambungan, aspek hukum untuk melihat legalitas usaha yang dijalankan, aspek sosial ekonomi untuk melihat manfaat yang diperoleh dengan adanya pendirian usaha kecil tersebut dan aspek yang paling menentukan layak tidaknya usaha kecil diberi pinjaman adalah aspek finansial yang bertujuan untuk melihat kemampuan usaha kecil dalam menghasilkan keuntungan dan kesanggupan membayar kembali angsuran pokok maupun bunga yang harus dibayarkan.
Beranekaragamnya jenis usaha yang ada, mempersulit dalam menentukan kerangka umum/sistematika dan ketentuan aspek-aspek apa yang harus mendapat sorotan dalam studi kelayakan, pengkaj ian aspek kelayakan harus disesuaikan dengan jenis usaha. Prosedur penilaian kelayakan yang dibahas pada penelitian ini dikhususkan untuk sektor industri. Namun tidak menutup kemungkinan penerapan aspek-aspek ini juga cocok untuk sektor-sektor lainnya seperti pertanian, perdagangan, pertambangan, jasa-jasa (kontraktor, transportasi) dan sebagainya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).EVALUASI PROSEDUR PENILAIAN KELAYAKAN PEMBERIAN·PINJAMAN MODAL USAHA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENANGANI PINJAMAN BERMASALAH (Studi Kasus Divisi Kemitraan Usaha Kecil PT. Krakatau Steel Cilegon Banten) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.EVALUASI PROSEDUR PENILAIAN KELAYAKAN PEMBERIAN·PINJAMAN MODAL USAHA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENANGANI PINJAMAN BERMASALAH (Studi Kasus Divisi Kemitraan Usaha Kecil PT. Krakatau Steel Cilegon Banten) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.EVALUASI PROSEDUR PENILAIAN KELAYAKAN PEMBERIAN·PINJAMAN MODAL USAHA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENANGANI PINJAMAN BERMASALAH (Studi Kasus Divisi Kemitraan Usaha Kecil PT. Krakatau Steel Cilegon Banten) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.EVALUASI PROSEDUR PENILAIAN KELAYAKAN PEMBERIAN·PINJAMAN MODAL USAHA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENANGANI PINJAMAN BERMASALAH (Studi Kasus Divisi Kemitraan Usaha Kecil PT. Krakatau Steel Cilegon Banten) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text