PENENTUAN INTERVAL PENGGANTIAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN KOMPONEN KRITIS PADA MESIN TOYODA GH-8 (STUDI KASUS DI CV.MAEMUNAH)
Pada umumnya suatu perusahaan terutama yang bergerak dibidang manufaktur dituntut untuk dapat memenuhi permintaan konsumennya. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka diperlukan perfonnansi sistem produksi yang baik. Perfonnansi sistem produksi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah penggunaan mesin-mesin produksi, mesin-mesin produksi harus memililci availabilitas yang tinggi. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan availabilitas mesin adalah dengan melak:ukan sistem perawatan yang baik.
C. V Maemunah adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertenunan. Selama ini perusahaan hanya melakukan perawatan sebatas pada perbaikan kerusakan dan penggantian komponen apabila telah te:tjadi kerusakan sedangkan perawatan pencegahan belum pernah dilakukan. Hal ini menyebabkan perusahaan sering mengalami kerusakan komponen mesin secara tiba-tiba sehingga mesin-mesin produksi tersebut tidak dapat beroperasi. Penanganan kerusakan mesin sering mengalami keterlambatan akibat tidak tersedianya komponen yang dibutuhkan. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi aktivitas proses produksi yang dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan.
Berdasarkan pennasalahan yang te:tjadi di C. V Maemunah, maim dalam penelitian tugas akhir ini dilakukan suatu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan model matematis untuk mencari kebijakan perawatan pencegahan khususnya penentuan interval penggantian pencegahan dan pengendalian persediaan komponen pengganti. Model yang digunakan dalam penggantian pencegahan adalah model Age-replacement dengan kriteria minimasi ongkos [Jardine;1973] dan model Q untuk pemecahan masalah persediaan komponen pengganti dimana penentuan jumlah persediaan komponen dalam interval waktu tertentu dihitung berdasarkan laju kerusakan komponen itu sendiri.
Objek penelitian dalam tugas akhir ini adalah komponen-komponen kritis pada mesin Toyoda GH-8. Pemililian komponen kritis didasarkan pada frekuensi kerusakan dan harga komponen yang cukup mahal. Berdasarkan kriteria tersebut terpilih tiga komponen kritis, yaitu komponen Upper/ink, Stud Chain Holder, dan Piston. Hasil interval penggantian pencegahan dengan kriteria minimasi ongkos untuk masing-masing komponen adalah sebagai berikut
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).PENENTUAN INTERVAL PENGGANTIAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN KOMPONEN KRITIS PADA MESIN TOYODA GH-8 (STUDI KASUS DI CV.MAEMUNAH) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENENTUAN INTERVAL PENGGANTIAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN KOMPONEN KRITIS PADA MESIN TOYODA GH-8 (STUDI KASUS DI CV.MAEMUNAH) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.PENENTUAN INTERVAL PENGGANTIAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN KOMPONEN KRITIS PADA MESIN TOYODA GH-8 (STUDI KASUS DI CV.MAEMUNAH) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.PENENTUAN INTERVAL PENGGANTIAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN KOMPONEN KRITIS PADA MESIN TOYODA GH-8 (STUDI KASUS DI CV.MAEMUNAH) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text