// <![CDATA[KAJIAN TERHADAP BIAYA PRODUKSI PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN METODA ANALISA VARIANSI SEBAGAI DASAR UNTUK MELAKUKAN PERENCANAAN ANGGARAN (Penelitian di PT. SOCFINDO-MEDAN)]]> 0428096602 - Ir. Yanti Helianty, MT Dosen Pembimbing 1 0424116602 - Dwi Novirani ST., MT. Dosen Pembimbing 2 APRIZA WAHYUDI/13-2003-155 Penulis
PT.SOCFINDO·MEDAN merupakan suatu perusahaan perkebunan dan sekaligus perusahaan industri yang salah satu usahanya bergerak dalam bidang pengolahan kelapa sawit menjadi minyak sawit (CPO). Perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan ini tentu saja memiliki komponen-komponen biaya produksi. Biaya produksi sebagai suatu komponen biaya yang terbcsar dalam menentukW1 besamya laba bersih perusahaan, harus direncanakan dan dikendalikan dengan baik untuk menghindari pemborosan yang sangat merugikan perusahaan. Anggaran merupakan salah satu alat bagi manajemen dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian yang harus dipersiapkan dan ditetapkaan secara matang, sehingga pembuat anggaran harus orang atau departemen yang bertanggung jawab terhadap hal -hal tersebut. Permasalahan yang terjadi dalam pembuatan dan penetapan anggaran biaya produksi serta hubungannya dengan pengendalian biaya produksi yaitu adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang telah disusun dengan realisasi pelaksanannya. Karena adanya perbedaan (variansi) antara anggaran biaya dan realisasinya, maka ditetapkan penggunaan metoda analisa variansi biaya sebagai alat analisa. Data yang diambil merupakan laporan tahunan tahun 2002 yang terdiri dari data keuangan anggaran bahan langsung, anggaran pekerja langsung, anggaran overhead pabrik, data keuangan realisasi bahan langsung, realisasi pekerja langsung, dan realisasi overhead pabrik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terjadi variansi pada anggaran dan realisasi untuk biaya bahan langsung, pekerja langsung, dan overhead pabrik. Secara keseluruhan variansi biaya bahan langsung menguntungkan. Karena hampir semua komponen biaya standarnya lebih besar dari realisasi biayanya. Dari 24 unit komponen biaya hanya 2 komponen yang variansinya tidak menguntungkan. Kedua komponen itu adalah pemeliharaan jalan utama & sekunder dan percobaan & seleksi bagian Tanaman. Untuk biaya pekerja langsung secara keseluruhan variansi biaya pekerja langsung tidak menguntugkan. ini dikarenakan realisasi biaya upah pekerja selama 11 bulan lebih besar dari standar upah pekerja langsung. Hanya di bulan November terjadi variansi menguntungkan karena Tunjangan Lebaran untuk pekerja tidak diberikan sebanyak yang dianggarkan Beberapa kali terjadi bahan baku buah kelapa sawit tidak tersedia di pabrik disebabkan tingginya curah hujan yang menyebabkan sulitnya mengangkut buah dari kebun untuk dibawa ke pabrik karena jalan yang becek sehingga mengakibatkan banyaknya waktu menganggur bagi pekerja. Untuk biaya overhead pabrik selain pijkerja tak langsung, secara keseluruhan menghasilkan variansi tidak menguntungkan. Hal ini disebabkan oleh tingginya pemakaian bahan bakar pada realisasi biaya karena tidak tercatatnya pada administrasi pembukuan jumlah pemakaian bahan bakar sehingga terjadi kebocoran dana Hanya di bulan Pebruari, Maret, November. dan Desember terjadi variansi menguntungkan karena kerusakan mesin-mesin pabrik tidak separah yang diperkirakan. Sedangkan pada biaya pekeda tak langsung terjadi variansi menguntungkan karena para pekerja tidak bekeda lembur sebanyak yang diperkirakan. Untuk lebih dapat meningkatkan produktivitas perusahaan diperlukan perbaikan jalan yang lebih signifikan lagi, diantaranya dengan mengaspal jalan-jalan yang dianggap sering menjadi penyebab tidak bisa beroperasinya kendaraan pengangkut buah bila sedang hujan dan untuk bahan bakar dibuat pembukuan untuk pemakaian bahan bakar sehingga dapat dilakukan pengecekan secara berkala.