// <![CDATA[PENGARUH HEAT TREATMENT PADA PROSES LAS SMAW TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA KARBON TINGGI (0,59%C)]]> Ali, ST., MT Dosen Pembimbing 2 MUHAMMAD NOOR ALHAMKA/ 12-1999-052 Penulis Yusri Irwan, ST., MT. Dosen Pembimbing 1
Tidak semua jenis baja mudah untuk disambung dengan proses pengelasan, salah satunya baja karbon tinggi (0,5-1 ,7 %C). Logam ini mempunyai sifat mampu las yang rendah sehingga dibutuhkan proses heat treatment pada proses pengelasan. Proses heat treatment pada penelitian ini adalah proses preheating (pemanasan awal) dan proses ) pemanasan pasca pengelasan atau PWHT (Post Weld Heat Treatment). Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh proses preheating dan proses PWHT pada proses pengelasan SMA W terhadap sifat mekanik baja karbon tinggi. Alasan digunakannya proses pengelasan SMA W adalah dalam aplikasinya proses pengelasan ini merupakan proses pengelasan yang paling sering digunakan. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan antara proses pengelasan yang menggunakan proses preheating dan proses PWHT dengan proses pengelasan yang menggunakan proses PWHT dan tanpa proses preheating. Bentuk spesimen berupa silinder dengan diameter: 19 mm, 16 mm dan 12 mm. Desain kampuh yang digunakan yaitu single V. Untuk mengetahui perubahan sifat mekanik dilakukan uji tarik, uji keras dan uji metalografi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa spesimen non preheating-PWHT pada tiap-tiap lebih tinggi daripada nilai kekuatan tarik rata-rata spesimen preheating-PWHT. Dimana nilai kuat tarik spesimen diameter 19 mm pada proses non preheating-PWHT 52 % lebih tinggi dibandingkan spesimen diameter 19 mm proses preheating-PWHT. Pada spesimen diameter 16 mm proses non preheating-PWHT, nilai kuat tariknya 9 % lebih tinggi dibandingkan spesimen diameter 16 mm proses preheating-PWHT. Pada spesimen diameter 12 mm proses non preheating-PWHT 29 % lebih tinggi dibandingkan dengan spesimen diameter 16 mm proses preheating-PWHT. Namun spesimen dengan diameter 12 mm dengan proses preheating dan proses PWHT merupakan satu-satunya spesimen yang memenuhi standar pengelasan.