USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DENGAN KRITERIA MINIMASI ONGKOS MATERIAL HANDLING (Studi Kasus Pada PT. X)
PT. X merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang industri karet. Penggunaan ruang di lantai produksi PT. X ini belum teratur, karena jarak antar departemen yang satu dengan lainnya ada yang terlalu jauh, dan ada juga yang terlalu dekat sehingga mengurangi keleluasaan gerak para pekerja. Susunan lay out seperti itu kurang dapat memberikan kemudahan dalam melakukan aktivitas proses produksi. Selain itu, pada PT. X ini sering terjadi perpindahan material antar fasilitas yang letaknya berjauhan. Fasilitas yang seharusnya berdekatan karena adanya aliran material, ditempatkan secara berjauhan. Besaran jarak berbanding lurus dengan besaran ongkos, sehingga semakin besar jarak maka ongkos pemindahan material akan semakin tinggi.
Dalam tugas akhir ini dibuat usulan rancangan tata letak fasilitas pada bagian departemen produksi di PT. X. Metode dalam membuat rancangan usulan tata letak dilakukan dengan menggunakan algoritma genetika. Algoritma genetika merupakan suatu algoritma perbaikan dengan teknik pencarian titik-titik solusi secara terstruktur dengan meniru prinsip evolusi alam dalam proses seleksi makhluk hidup. lndividu yang baik akan dikawinkan dengan individu baik lainnya dengan harapan akan memperoleh generasi individu yang terbaik. Analogi tersebut diterapkan ke dalam algoritma genetika untuk menciptakan suatu metode efisien pencarian solusi optimal.
Proses komputasi dilakukan dengan memasukkan 9 nilai parameter genetika yang berbeda-beda. Nilai parameter genetika tersebut meliputi populasi, Pc, Pm, dan MaxGen. Dari kesembilan nilai parameter genetika yang dimasukkan, dipilih rancangan lay out yang memberikan nilai fitness paling kecil. Nilai fitness terkecil didapatkan dari nilai parameter populasi = 80, Pc = 0.85, Pm = 0.01 , dan MaxGen = 150.
Hasil rancangan lay out usulan ini memberikan ongkos material handling sebesar Rp. 139.150,50. Sedangkan ongkos material handling dari lay out awal perusahaan yaitu sebesar Rp. 253234,50. Dengan demikian terdapat penurunan ongkos material handling sebesar Rp 114.084,00.
Dalam proses komputasinya untuk menghasilkan susunan lay out yang mendekati nilai optimal, algoritma genetika mempunyai perhitungan ymg relatif sederhana namun sangat kuat dalam proses pencarian untuk melakukan perbaikan. Perbaikan dilakukan dari tiap generasi ke generasi sehingga dapat diperoleh solusi yang mendekati optimal. Hasil rancangan lay out dengan menggunakan algoritma genetika ini telah disesuaikan dengan aliran proses produksi. Ini dapat memperlancar proses produksi, memperpendek jarak antar fasilitas, sehingga dapat mengurangi ongkos perpindahan materialnya. Pada tata letak usulan terdapat sedikit sisa ruang kosong. Sebaiknya ruangan kosong ini dipergunakan untuk perluasan fasilitas, atau dapat juga digunakan untuk menempatkan jika ada mesin-mesin barn.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DENGAN KRITERIA MINIMASI ONGKOS MATERIAL HANDLING (Studi Kasus Pada PT. X) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DENGAN KRITERIA MINIMASI ONGKOS MATERIAL HANDLING (Studi Kasus Pada PT. X) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DENGAN KRITERIA MINIMASI ONGKOS MATERIAL HANDLING (Studi Kasus Pada PT. X) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DENGAN KRITERIA MINIMASI ONGKOS MATERIAL HANDLING (Studi Kasus Pada PT. X) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text