// <![CDATA[STRATEGI BISNIS BERSAING PERUSAHAAN OTOBIS "DS" (TRAYEK BANDUNG - CIREBON)]]> Sugih Arijanto, ST., MM Dosen Pembimbing 2 MUHAMAD IQBAL WIKUSNO/13-990-16 Penulis Dr. Ir. Iwan Inrawan Wiraatmadja Dosen Pembimbing 1
PO. DS sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri jasa angkutan transportasi darat yang menawarkan jasa layanan trayek Bandung-Cirebon pacta saat ini mengalami penurunan pendapatan disebabkan masalah yang timbul antara lain, pacta saat ini perusahaan otobis pesaing yang mempunyai trayek sama dengan PO OS memiliki armada bus yang relatifbaru dengan membagi kelaf: Ekonomi, patas ekonomi, patas AC, selain itu banyaknya travel-travel sebagai produk subtitusi. Hal ini menunjukan persaingan yang ketat dalam industri jasa tersebut. Oengan melihat situasi yang terjadi saat ini maka PO DS harus segera melakukan perencanaan strategi bersaing yang tepat agar dapat menghadapi persaingan yang tepat dalam bidang jasa transportasi angkutan darat an tar kota sehingga perusahaan dapat meningkatkan profit dan bersaing dengan pesaing saat ini. Langkah awal dalam yang dilakukan untuk mencapai sasaran dari tugas akhir ini adalah menentukan faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap perusahaan yang meliputi lingkungan umum dan lingkungan operasional. Dari faktor-faktor eksternal tersebut kemudian ditentukan faktor yang menjadi peluang dan ancaman bagi perusahaan. Setelah penentuan faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman bagi perusahaan, kemudian di kumpulkan data-data internal dari perusahaan. Faktor-faktor internal ini meliputi aktivitas utarna yaitu kegiatan operasional, kegiatan pemasaran, kegiatan pelayanan dan aktivitas pendukung yaitu, infrastruktur perusahaan, sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pembelian. Oari faktor-faktor tersebut di identifikasikan kekuatan dan kelemahan berdasarkan kemampuan perusahaan dalam meraih peluang dan mengatasi ancaman. Tahap pengolahan data meliputi penentuan posisi kompetitif relatif perusahaan dengan menggunakan matrik BCG. Oari matrik BCG dapat diketahui posisi perusahaan berada pada Question Mark, artinya perusahaan menghadapi masalah pangsa pasar yang rendah dan terjadi dalam kondisi per.tumbuhan yang tinggi. Langkah selanjutnya pembuatan Matriks EFE dan Matriks EFI dengan hasil total skor EFE = 2,25 dan total skor EFI = 2,50. Skor total ini kemudian dijadikan input untuk pembuatan Matriks EI dengan hasil produk dan perusahaan berada pada sel 5 dengan strategi umum yang dapat diterapkan adalah strategi market penetration dan strategi product development. Berikutnya dilakukan pengolahan data dengan menggunakan Matriks SWOT yang memunculkan strategi dengan mencocokkan kekuatan dan kelemahan dengan peluang dan ancaman. Terdapat 10 strategi yang muncul, kemudian strategi tersebut diuji ketepatannya dengan melihat segi konsitensi, kesesuaian, keunggulan dan kelayakannya. Seluruh strategi yang didapat lolos dari tahap tersebut, kemudian dikelompokkan dan disesuaikan dengan strategi-strategi yang muncul berdasarkan pengolahan Matrik BCG dan Matriks El. Pada tahap pengambilan keputusan dilakukan dengan menggunakan Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif (MPSK) dengan melihat ketertarikan perusahaan terhadap strategi yang ditawarkan. Dari hasil perhitungan MPSK di dapat skor tertinggi sebesar 136 yang merupakan alternatif strategi terpilih, strategi tersebt adalah strategi melakukan perbaikan armada bus dun peremajaan bus. Artinya perusahaan lebih memprioritaskan strategi tersebut dalam bersaing di industri jasa transportasi angkutan darat.