// <![CDATA[PEMBUATAN ALAT PENGERING EKSPERIMEN]]> Ir. Carlina D. Ariono, MT Dosen Pembimbing 1 Yuliati Rahayu/14-1997-030 Penulis Wioi Widiani/14-1997-036 Penulis 2 Dicky Dermawan, ST, MT Dosen Pembimbing 2
Proses pengeringan memiliki peranan yang sangat penting dalam industri, terutama untuk penyimpanan bahan baku, khususnya industri yang mengolah basil pertanian seperti jagung, padi, kedelai dan kopi. Bahan butiran pertanian tersebut sangat rentan terhadap serangan mikroorganisme apabila berada dalam keadaan basah. Sehingga perlu dikeringkan untuk menjaga kualitas bahan sebelum diolah lebih lanjut. Proses pengeringan yang dilaksanakan menggunakan udara sebagai media pemanas, dimana udara dikontakkan langsung dengan jagung. Penggunaan udara sekali lewat dengan kata lain tidak ada udara yang direcycle. Proses pengeringan dilakukan secara batch. Alat pengering yang dibuat dapat digunakan untuk menentukan kurva karakteristik pengeringan (kurva hubungan kandungan air terhadap laju pengeringan) jagung. Dari kurva tersebut dapat dilihat bahwa jagung yang digunakan tidak mengandung air tak terikat. Alat tersebut dapat mengeringkan jagung sampai kadar airnya 15,5% (dasar basah), sehingga aman disimpan untuk penanganan lebih lanjut (dibuat tepung jagung).