EVALUASI ERGONOMI PADA SARANA DAPUR RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG
Dapur sebagai saran penunjang yang ada di Rumah Sakit merupakan sarana yang cukup penting dimana makanan utama hampir seluruh pasien rawat. inap .diolah tempat ini. Pada umumya waktu kerja yang ada di dapur Rumah Sakit dibagi menjadi 2 shift, shift 1. Bekerja mulai pukul 5 pagi sampai 3 sore, sedangkan shift 2 bekerja mulai pukul 3 sore sampai 5 pagi. Begitu pula dengan penyediaan makanan untuk disajikan kepada pasin rawat inap sampai dengan penyediaan dan pembersihan seluruh alat-alat penunjang dapur seperti piring, gelas, sendok. garpu, dan alat-alat dapur lainnya. Pekerja di bagian dapur harus menjaga agar makanan yang disajikan hygienis, bersih, menarik, dan teliti dalam penyajian terhadap pasien yang memerlukan makanan khusus sesuai resep dokter. Setiap alat-alat dapur memiliki ukuran dan berat yang bervariasi sehingga apabila salah dalam melakukan cara kerja dapat menyebabkan cedera kerja (musculoskeletal disorder). Dengan demikian banyaknya variasi pekerjaan dan tingginya aktivitas pekerja di bagian dapur dapat meninibulkan kelelahan yang cukup tiinggi.
Sarana kerja yang tidak sesuai dengan kondisi pemakainya dapat menyebabkan kelelahan yang cukup tinggi dan dapat berisiko pada kelelahan otot sehingga dapat terakumulasi timbulnya gangguan musculoskeletal. Stasiun kerja yang ada saat ini mengkondisikan kecenderungan postur tubuh operator yang salah dalam melakukan pekerjaannya. Sehingga diperlukan suatu perbaikan pada satsiun kerja untuk meminimasi resiko cedera pada postur tubuh operator dalam bekelja Untuk meminimasi timbulnya gangguan musculoskeletal tersebut perlu ditunjang dengan evaluasi tentang keergonomisan dari suatu dapur. Evaluasi tersebut digunakan untuk melihat sejauh mana pihak Rumah Sakit di Kota Bandung memberikan kenyamanan bagi pekerjanya sehingga dapat meminimasi resiko cedera kerja.
Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi tentang keergonomisan khususnya bagian dapur Rumah Sakit. Alat pengukur dan penilai yang digunakan berupa checklist Niebel & Freivalds yang berasal dari literatur "Methods, Standards, and Work Design" dan REBA (Rapid Entire Body Assessment). Checklist tersebut merupakan alat evaluasi ergonomi yang dapat disesuaikan dengan kondisi permasalahan yang dihadapi dan poin-poin yang dibahas merupakan prinsip-prinsip dasar dalarn ergonomi dan panduan dalam perancangan sistem kerja. Hasil akhir dari checklist adalah berupa indeks ergonomi dimana stasiun ketja yang memiliki persentase paling kecil berarti perlu dilakukan perbaikan. Sedangkan REBA adalah alat untuk menentukan nilai (score) dari cara/sikap kerja dapur Rumah Sakit dilihat dari postur tubuh operator dalam melakukan pekerjaanya Hasil akhir dari REBA berupa score dimaila stasiun kerja yang memiliki score akhir terbesar berarti perlu dilakukan perbaikan.
Dari basil pengamatan dengan menggunakan checklist tersebut diperoleh bahwa stasiun kerja pencucian di Rumah Sakit Sartika Asih memiliki persentase indeks ergonomi terkecil yaitu 55,45%, sedangkan dengan menggunakan REBA diperoleh bahwa stasiun kerja pencucian di Rumah Sakit Sartika Asih dan St. Borromeus memiliki score akhir terbesar yaitu (9/8) untuk Rumah Sakit Sartika Asih dan (7/8) untuk Rurnab Sakit St. Borromeus. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan terhadap stasiun kerja pencucian tersebut.
Usulan perbaikan yang dilakukao berdasarkan analisis checklist dan REBA terhadap stasiun kerja pencucian adalah penambahan bak cuci menjadi double dengan masing-masing bak memiliki ketinggian yang disesuaikan dengan kebutuhan, penempatan tata letak rak cuci di sebelah kanan, kiri, dan di depan operator, dan menggunakan sarana penunjang berupa selang elastis, sehingga postur tubuh operator menjadi lebih baik.
Usulan perbaikan tersebut dapat memberikan basil yang lebih baik. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan persentase dan penurunan nilai akhir dari REBA. Untuk Rumah Sakit Sartika Asih persentase indeks ergonomi menjadi 74,55% dan nilai REBAnya menjadi (2/2). Sedangkan untuk Rumah Sakit St. Borromeus nilai akhir REBA menjadi (2/2).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2006).EVALUASI ERGONOMI PADA SARANA DAPUR RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.EVALUASI ERGONOMI PADA SARANA DAPUR RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2006.Text
MLA Style
.EVALUASI ERGONOMI PADA SARANA DAPUR RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2006.Text
Turabian Style
.EVALUASI ERGONOMI PADA SARANA DAPUR RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2006.Text