// <![CDATA[USULAN BROAD ACTION PROGRAMS DENGAN MENGGUNAKAN THE INDUSTRY ATTRACTIVENESS-BUSINESS STRENGTH MATRIX (Studi kasus pada Seruni Merdeka Foto)]]> 0401066902 - Yuniar, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 SALLY ARMIYANTI/13-2001-068 Penulis
Seruni Merdeka Foto merupakan perusahaan yang bisnisnya bergerak dalam bidang fotografi. Tingginya tingkat persaingan, yang disebabkan dengan banyak munculnya perusahaan-perusahaan sejenis dalam industri fotografi, merupakan ancaman yang harus diperhatikan oleh manajemen Seruni Merdeka Foto. Masalah yang timbul adalah bagaimana strategi yang harus dilakukan Senmi Merdeka Foto untuk menghadapi perubahan lingkungan ekstemal tersebut agar dapat bertahan dan meningkatkan daya saing dalam bisnis fotografi, serta dapat menambah konsumen yang mempercayakan pada Seruni Merdeka Foto. Hal yang paling penting setelah dilakukan perumusan strategi adalah program-program apa yang harus dilakukan agar dapat mendukung strategi tersebut. Perumusan strategi dilakukan dengan menentukan Broad Action Program yaitu program-program yang harus dilakukan perusahaan dalam menjalankan strategi. Formulasi yang digunakan merupakan konsep dan proses strategi dengan pendekatan pragmatis menurut Amoldo C. Hax dan Nicolas S. Majluf. Model perumusan strategi bisnis ini menggunakan Industry Attractiveness Business Strength Matrix sebagai a lat dalam penentuan posisi perusahaan sehingga dari posisi tersebut dapat diusulkan strategi perusahaan. Kemudian dari hasil formulasi strategi bisnis tersebut dapat menentukan Broad Action Program yang tepat. Perumusan strategi dimulai dengan mengidentifikasi peluang dan ancaman bisnis yang berasal dari variabel ekstemal, keunggulan dan kelemahan perusahaan yang bersumber dari variabel internal. Hal tersebut dinyatakan sebagai Faktor Kritis Keberhasilan (Critical Success Factors) yang menjadi penentu berkembang atau tidaknya suatu perusahaan. Kcmudian dilakukan penilaian terhadap masing-masing variabel tersebut. Setelah melakukan penilaian, kemudian melakukan prediksi pada variabel-variabel tersebut. Prediksi variabel ini dilakukan untuk memprakirakan kecenderungan yang bendak teljadi pada faktor-faktor yang sudah diidentifikasi (Critical Success Factors). Sebelumnya di masa yang akan datang (future). Dan dilakukan penilaian sama seperti pw pi'nitaran variabel untuk saat ini (current). Dari hasil penilaian tersebut didapatkan pada saat ini (current) jumlah nilai tertimbang untuk variabel eksternal adalah 3,20 dan untuk variabel internal adalah 3,47. Sedangkan pada masa yang akan datang (future) jumlah nilai tertimbang untuk variabel ekstemal diasumsikan sama dengan pada saat ini (current) yaitu 3,20 dan pada masa yang akan datang (future) adalah 3,99. Selanjutnya nilai tertimbang tersebut diplot dalam Industry Attractiveness Business Strength Matrix. Begitu juga untuk nilai tertimbang pada masa yang akan datang. Berdasarkan Industry Attractiveness-Business Strength Matrix diketahui pada saat ini perusahaan berada pada posisi Ill yaitu pada sel 'selektif'. Strategi yang dapat digunakan untuk perusahaan adalah: (a) identifikasi segmen pasar yang sedang mengalami pertumbuhan (b) Spesialisasi produk (c) lnvestasi selektif. Dan untuk masa yang akan datang berada pada posisi II yaitu pada sel .. pertumbuhan selektif". Strategi yang dapat digunakan adalah: (a) ldentifikasi segmen pasar (b)lnvestasi agrcsif dan (c)Memelihara posisi. Kemudian usulan stratcgi tersebut disesuaikan terhadap kondisi perusahaan dengan menggunakan SWOT Matrix sehingga didapatkan Broad Action Program (BAP) yang tepat untuk digunakan oleh SMF. BAP yang dapat diimplementasikan untuk saat ini (current) adalah melakukan promosi hanya pada unit usaha studio foto dengan segmen remaja dan merenovasi ruang studio foto. Sedangkan usulan BAP untuk masa yang akan datang (future) adalah melakukan promosi pada semua unit usaha dan semua segmen dan menambah ruang studio foto untuk semua segrnen serta