// <![CDATA[PENGARUH PENAMBAHAN HDPE DAN PET PADA PROSES PEMBUATAN BAHAN BAKAR CAIR MELALUI PIROLISIS PLASTIK PP]]> 0003025602 - Rini Budiwati, Dra., M.Sc. Dosen Pembimbing 2 Maya Ramadianti Musadi, Ir., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 Zikri Rachman/14-2012-013 Penulis Yona Octavia/14-2012-032 Penulis 2
Kebutuhan energi semakin meningkat dengan bertambahnya jumlah penduduk. Minyak bumi merupakan salah satu sumber energi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui sehingga semakin lama jumlahnya akan semakin menipis. Untuk itu, diperlukan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui seperti sampah plastik. Sampah plastik tersusun dari scnyawa hidrokarbon rantai panjang yang berpotensi untuk dikonversi menjadi bahan bakar cair melalui metoda pirolisis. Pirolisis merupakan proses penguraian material organik secara tennal pada temperatur tinggi tanpa adanya oksigen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkonversi limbah plastik Polyethylene Terephthalate (PET), High Density Polyethylene (HOPE), dan Polypropylene (PP) menjadi bahan bakar cair sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi dan mengurangi limbah plastik di Indonesia, mempelajari pengaruh HDPE dan PET terhadap hasil pirolisis plastik PP, mempelajari pengaruh temperatur terbadap perolehan bahan bakar cair basil pirolisis, dan mengetahui sifat fisik dan kimia bahan bakar cair hasil pirolisis. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah komposisi plastik PET, HOPE, dan PP dalam % berat. Pirolisis dioperasikan pada ternperatur 350, 450, dan 550 °C. Karakteristik bahan bakar cair basil pirolisis yang dianalisis adalah kandungan bahan bakar cair tersebut menggunakan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Shpectrometry), nilai kalor, dan densitas.