// <![CDATA[RANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU GETAH PINUS DI PGT. SINDANGWANGI]]> Ir. Emsosfi Zaini, M.T. Dosen Pembimbing 1 SISKA YULIYANI/13 - 2001 - 079 Penulis Hendro Prassetyo, ST. MT. Dosen Pembimbing 2
Adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat serta dalam rangka menggalakkan ekspor non migas maka Perum Pcrhutani sebagai BUMN berkewajiban untuk memberikan kontribusi/ penghasilan kepada Negara, khususnya dalam ekspor produk pengolahan getah pinus. Perum Perhutani Unit III Jawa Barat rnendirikan sebuah pabrik yang diberi nama PGT. Sindangwangi yang berlokasi di Nagreg Kabupaten Bandung. PGT. Sindangwangi mcmproduksi Gum Rosin dengan hasil sampingan berupa minyak terpenting. Bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi Gum Rosin adalah getah pinus sebagai bahan baku utama, oxalic acid dan minyak terpenting sebagai bahan penunjang. Getah pinus ini dipasok dari 12 Kesatuan Pengembangan Hutan (KPH) yang menyebar di Pulau Jawa antara lain: Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Utara, Bandung Selatan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka, Kuningan, Sumedang, dan Purwakarta. Perrnasalahan yang terjadi di perusahaan yaitu pcrusahaan belum mcnentukan sccara detail jumlah pemesanan untuk setiap kali pesan, sehingga sering terjadi sedik it pcngiriman di awal dan sisanya dikirim di akhir periode. Permintaan dari getah pi1 us ini bersinu probabilistik. Untuk mengendalikan persediaan getah pinus, maka diperlukan suatu metode dalam pengendalian persediaan bahan baku agar produksi dapat berjalan dengan lancar. Sistem persediaan yang sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan yaitu sistcm perserdiaan single item pada kondisi demand yang probabilistik. Model yang akan digunakan dalam pcnditian ini yaitu Model Reorder Point (Q. r) karena model ini dapat diterapkan dalam pcrusahaan. Dari Model Reorder Point (Q. r) akan didapat jumlah pemesanan (Q), titik pemcsanan kcmbali (r) yang dapat memberikan total biaya persediaan minimum. Metode pengujian distribusi kebutuhan getah pinus yang digunakan yaitu uji Goodness of Fit. Berdasarkan uji distribusi didapal data kebutuhan getah pinus berdistribusi normal. Dengan demikian formulasi persediaan yang digunakan yaitu Model Reorder Poinl (Q, r ) untuk data kebutuhan yang berdistribusi normal. Parameter-parameter distribusi normal terdiri dari J1 (rata-rata demand selama masa lead time) dan a (standar deviasi demand selama masa lead time). Rancangan sistem pengendalian persediaan bahan baku menghasilkan jumlah pemesanan optimal Q* 4645~6.04 Kg, dcngan titik pemesanan kembali r = 352164,75 Kg. dan nilai persediaan pengaman s = 125809.5 Kg. dcngan total biaya persediaan sebesar Rp 92.582.51 2,-/Tahun. Berdasarkan hasil uji verifikasi sistem persediaan terhadap data masa lalu didapat total biaya persediaan sebcsar Rp 94.136.720,-/Tahun. Adapun total biaya persediaan berdasarkan sistem persediaan perusahaan didapat sebesar Rp 105.006.865,-/Tahun. Berdasarkan hal tersebut, model probabilistik (Reorder Point) dapat digunakan karena sesuai dengan kondisi perusahaan. Selain itu, dapat menghasilkan total biaya persediaan yang lebih kecil dibandingkan dengan sistern persediaan perusahaan.