// <![CDATA[EVALUASI ERGONOMI STASIUN KERJA PADA INDUSTRI KECIL MAKANAN RINGAN DI BANDUNG]]> Dwi Kurniawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Caecilia Sri Wahyuning, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 ARDHIE BUDDY FIRDAUS/13-2001-081 Penulis
Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, menuntut orang untuk lebih kreatif dalam bertahan hidup, salah satu caranya adalah dengan membuat lapangan pekerjaan baru. Oleh karena itu, banyak bermunculan industri kecil sebagai alternatif yang dapat dipilih. Pada umumnya, industri ini masih menerapkan tradisi lama pada kegiatan produksinya dan sering kali untuk meningkatkan usahanya, mereka hanya fokus pada kuantitas hasil produksinya saja dan belum sepenuhnya memperhatikan kesehatan kerja pada kegiatan produksinya. lGA Donuts sebagai industri kecil umumnya, masih mengabaikan perlunya sistem kerja yang baik, sehat, maupun higienis. Tingkat kelelahan yang tinggi dapat berakumulasi menjadi gangguan musculoskeletal, hal ini ditunjang dengan stasiun kerja yang cenderung membuat operator bekerja dengan postur yang salah. Penelitian ini akan mengevaluasi kondisi sistem kerja dan cara kerja yang terdapat pada seluruh stasiun kerja di IGA Donuts Bandung, dengan tujuan untuk memperbaiki sistem kerja agar dapat meminimasi resiko kesalahan tersebut. Terdapat 3 buah tools yang digunakan untuk mengevaluasi, yaitu: checklist Niebel & Freivalds, RULA (Rapid Upper Limb Assessment), dan MT A (Multi Task Analysis). Checklist digunakan pada seluruh stasiun kerja (10 buah SK), sedangkan penggunaan RULA dan MT A tergantung dari jenis pekerjaan pada stasiun kerja yang diamati, di mana RULA digunakan pada SK dengan jenis pekerjaan statis (SK: 1, 2, 3, 4, 6, 7, 9, 1 0) dan MTA digunakan pada SK dengan jenis pekerjaan manual material handling (SK: 5 & 8). Hasil evaluasi menurut setiap tools menunjukkan beberapa SK kritis sebagai berikut: 1) Checklist: SK-10 Pengemasan; 2) RULA: SK-1 Adonan, SK-3 Penge-press-an, dan SK-7 Penggorengan (skor akhir > 4, artinya perlu diteliti lebih lanjut dan perbaikan segera); 3) MTA: SK-5 Pengembangan dan SK-8 Penirisan (CLI > 1, artinya beban kerja operator tidak sesuai dengan batas beban yang direkomendasikan oleh NlOSH). Eva1uasi dilakukan dengan tindak lanjut perbaikan terhadap SK yang tergolong kritis menurut tools yang digunakan. Perbaikan yang diusulkan berdasarkan analisis checklist, RULA, dan MT A antara lain: pengaturan layout tern pat kerja, penggunaan alat bantu, penggunaan kipas angin atau AC, mengurangi tingkat kebisingan, perancangan ulang SK, dan perancangan rotary rack. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa SK usulan perbaikan memiliki hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan SK saat ini. Hal tersebut dapat dilihat pada tabeI rekapituIasi berikut: