MODEL OPTIMISASI PENGGANTIAN MESIN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KEGAGALAN PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS
Dalam menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan konsumen, maka diperlukan kondisi yang optimal dari seluruh mesin produksi. Kecenderungan ini telah meningkatkan perananan perawatan dalam mempertahankan kinerja mesin produksi.
Dalam penelitian ini dikembangkan model optimisasi penggantian mesin dengan mempertimbangkan kegagalan proses produksi. Sejalan dengan bertambahnya umur dan pemakaian mesin, waktu antara dua kejadian kegagalan cenderung semakin singkat dan mesin tersebut dinyatakan mengalami deteriorasi (Rigdon dan Basu, 2000 dalam Soemadi, 2004). Mesin terdeteriorasi akan mengalami pergeseran dari in-control menjadi out-of-control, dan mengakibatkan dihasilkmmya sejumlah produk cacat. Produk cacat yang dihasilkan akan berkontribusi terhadap tidak terpenuhinya demand, dan mengakibatkan timbulnya ongkos penalti. Bila hasil inspeksi mengungkapkan bahwa proses out of control, maka dicari sistem penyebabnya, ditanggulangi, dan produk cacat yang dihasilkan akan &reject. Biaya yang dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah biaya keputusan dan biaya pengendalian kualitas. Biaya keputusan meliputi biaya do nothing (c1) dan biaya replacement (c2). Biaya pengendalian kualitas meliputi biaya inspeksi produk (c3), biaya serching penyebab out of control (c4), biaya reject (c5), dan biaya penalti (c6). Model bertujuan untuk menentukan kebijakan terbaik di setiap titik inspeksi, dengan meminimasi ongkos perawatan penggantian dengan ongkos pengendalian kualitas. Variabel keputusan dalam penelitian ini meliputi tindakan mempertahankan mesin dan melakukan penggantian terhadap komponen mesin.
Model kemudian diuji dan dilakukan analisis sensitivitas yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan nilai sejumlah parameter terhadap solusi yang dihasilkan model. Analisis terhadap model yang dikembangkan menunjukkan sejumlah karakteristik solusi optimal. Kenaikan peluang pergesaeran out of control sebanding dengan jumlah produk cacat yang dihasilkan. Demikian pula perubahan nilai sejumlah parameter memberikan pengaruh terhadap solusi optimal yang dihasilkan. Parameter -parameter tersebut adalah biaya replacement (c2) , biaya reject (c5), dan biaya penalti (c6).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2006).MODEL OPTIMISASI PENGGANTIAN MESIN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KEGAGALAN PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.MODEL OPTIMISASI PENGGANTIAN MESIN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KEGAGALAN PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS ().Teknik Industri:FTI,2006.Text
MLA Style
.MODEL OPTIMISASI PENGGANTIAN MESIN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KEGAGALAN PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS ().Teknik Industri:FTI,2006.Text
Turabian Style
.MODEL OPTIMISASI PENGGANTIAN MESIN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KEGAGALAN PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS ().Teknik Industri:FTI,2006.Text