<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="15613">
<titleInfo>
<title><![CDATA[RANCANGAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DI PT. BANINUSA INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL PERSEDIAAN PROBABILISTIK UNTUK KASUS JOINT REPLENISHMENT]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Emsosfi Zaini, MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hendro Prassetyo, ST. MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ENDE/13-2001-099</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Industri]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2006]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>PT. Baninusa Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur. Produk yang dihasilkan berupa suku cadang kendaraan bermotor. Bahan baku yang digunakan untuk membuat berbagai suku cadang sifatnya beraneka ragam (multi-item) dengan kebutuhan bersifat probabilistik. Bahan baku tersebut diperoleh dari beberapa supplier. Dari sekian banyak supplier, terdapat satu supplier yang memasok beberapa bahan baku yaitu PT Baralogam yang berlokasi di Jakarta Bahan baku yang dipasok dari supplier ini adalah bahan baku Pig Iron (B), Ferro Silikon (Fe-Si), Ferro Phosfor (Fe-P), Ferro Boron (Fe-B), Ferro Chrom (Fe-Cr), Nikel Square (Ni-Sq), dan Ferro Molibdenum (Fe-Mo). Pengendalian persediaan bahan baku di PT. Baninusa Indonesia saat ini dilakukan berdasarkan intuisi tanpa meoggunakan metode yang sistematis. Pada saat ioi, sistem pemesanan beberapa bahan baku yang dipasok dari satu supplier dilakukan secara gabuogan (joint replenishment) apabila jumlah persediaan beberapa bahan baku digudang telah mendekati safety stock. Dengan sistem ini dimungkinkan terjadinya pemesanan suatu bahan baku dilakukan secara terpisah (tidak bersama-sama) sehiogga menyebabkan pemborosan ongkos pesan. Sistem pengendalian persediaan di perusahaan perlu diperbaiki agar dapat meminirnasi ongkos persediaan dan lebih menjamin tidak terjadioya kekurangan persediaan. Model yang sesuai dengan kondisi perusahaan adalah model periodic review untuk kasus joint replenishment dengan permintaan probabilistik. Model ini sangat sesuai dengan kondisi perusahaan. Dengan model ini, pemesanan secara gabungan lebih terjamin sehingga meminimasi ongkos persediaan. Model ini dikembangkan oleh Eynan dan Kropp ( 1998). Variabel keputusan dari model ini adalah interval pemesanan dan inventory level tiap jenis bahan baku. Interval pemesanan tiap jenis bahan baku diperoleh dengan terlebih dahulu menghitung nilai interval pemesanan dasar dan faktor pengali untuk tiap jenis bahan baku. Rancangan sistem persediaan mengbasilkan l<eputusan berupa interval pemesanan dan inventory level. Untuk bahan baku Pig Iron (ll),~e-Si, Fe-P, dan Fe-Cr dipesan setiap 6 minggu dengan besarnya inventory !eye/ berturut.-turut adalah sebesar 560 batang; 869, I 0 kg, 818,33 kg, dan 601,99 kg. Untuk bahan b*u Fe-B dipesan setiap 12 minggu dengan inventory level sebesar 209,61 kg. Sedangkan bahan baku Ni-Sq dan Fe-Mo dipesan setiap 18 minggu dengan besamya inventory level berturut-turut adalah sebesar 337,86 kg dan 286,59 kg. Berdasarkan model diperoleh ongkos total persediaan sebesar Rp 12.753.432/tahun. Sedangkan menurut hasil uji verifikasi sistem persediaan terhadap data masa lalu didapat total ongkos persediaan sebesar Rp 9.952.422/tahun. Adapun total ongkos persediaan berdasarkan sistem persediaan perusahaan saat ini didapat sebesar Rp 17 .659.536/tahun. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ongkos persediaan berdasarkao hasi rancangan lebih kecil dibandingkan dengan berdasarkan metode perusahaan.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[805TI/06]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[805TI/06]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[805TI/06]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="16141" url="" path="/132001099_805TI-06.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[RANCANGAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DI PT. BANINUSA INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL PERSEDIAAN PROBABILISTIK UNTUK KASUS JOINT REPRENISHMENT]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[15613]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-07 14:12:03]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-07 14:15:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>