PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS BERBASIS ALGORITMA GENETIK YANG MEMPERTIMBANGKAN FIXED DEPARTMENT DAN KEDEKATAN DEPARTEMEN
Permasalahan utama dalam perencanaan tata letak fasilitas yang sering membutuhkan perhatian yang besar adalah menentukan atau merancang susunan tata letak yang dapat meminimumkan ongkos material handling. Algoritma yang digunakan dalam perancangan tata letak fasilitas yang dapat diimplementasikan ke dalam suatu perangkat lunak sangat beragam. Namun. banyak dari perangkat lunak tersebut murni hanya menggunakan masukan data kuantitatif atau masukan data kualitatif. Selain itu, beberapa perangkat pendukung ada yang belum mengakomodasi fixed department, dan tidak mempertimbangkan adanya kendala yang berkaitan dengan penempatan beberapa fasilitas yang tidak boleh saling berdekatan (hubungan Kedekatan X) untuk masukan data kuantitatif. Pada penelitian ini akan dilakukan pengembangan model perancangan tata letak fasilitas berbasis algoritma genetik untuk masukan data kuantitatif dengan pertimbangan adanya fixed department dan hubungan Kedekatan X, serta pengembangan model perancangan tata letak fasilitas yang menerima masukan data kualitatif dari activity relationship chart. Setiap departemen terdiri dari grid-grid yang memiliki ukuran sama dengan penempatan grid-grid harus mengikuti jalur kurva. Pengembangan model yang dilakukan untuk perancangan tata letak fasilitas yang mempertimbangkan fixed department dengan cara menerima penyesuaian jalur kurva, sehingga jalur kurva tidak terputus dan melewati seluruh grid kecuali grid yang ditempati oleh fiXed department. Selain itu dilakukan pengembangan persamaan fungsi tujuan yang mempertimbangkan hubungan Kedekatan X berdasarkan persamaan distance-based objective, serta dilakukan pengembangan persamaan fungsi tujuan untuk masukan data kualitatif berdasarkan persamaan adjacency-based objective yang digunakan pada model perancangan tata letak fasilitas BLOCPLAN. Fungsi tujuan tersebut digunakan untuk mencari solusi
rancangan tata letak terbaik dengan menggunakan algoritma genetik dengan kriteria minimisasi ongkos material handling untuk masukan data kuantitatif, dan kriteria maksimisasi nilai efisiensi kedekatan untuk masukan data kualitatif dengan memperhatikan kendala-kendala yang ada. Model yang telah dikembangkan dalam penelitian ini kemudian diimplementasikan menjadi perangkat lunak. Perangkat lunak tersebut telah diuji coba dengan menggunakan data hipotetik pada beberapa skenario yang berbeda dalam hal jumlah fixed department, jumlah hubungan Kedekatan X, jumlah jarak (gap) yang diharapkan untuk hubungan Kedekatan X, penyesuaian jalur kurva, dan parameter algoritma genetik. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dinyatakan bahwa model perancangan tata letak fasilitas berbasis algoritma genetik yang dikembangkan dapat mengakomodasi permasalahan perancangan tata letak fasilitas yang memiliki kondisi fixed department, hubungan Kedekatan X, serta dapat digunakan untuk masukan data kualitatif. Hasil rancangan berupa Area Alocation Diagram (AAD) dalam bentuk gambar dua dimensi yang diimplementasikan dalam perangkat lunak CAD (AutoCAD) sehingga mempermudah user dalam melanjutkan perancangan tata letak fasilitas ke tahap selanjutnya berupa template.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2006).PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS BERBASIS ALGORITMA GENETIK YANG MEMPERTIMBANGKAN FIXED DEPARTMENT DAN KEDEKATAN DEPARTEMEN ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS BERBASIS ALGORITMA GENETIK YANG MEMPERTIMBANGKAN FIXED DEPARTMENT DAN KEDEKATAN DEPARTEMEN ().Teknik Industri:FTI,2006.Text
MLA Style
.PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS BERBASIS ALGORITMA GENETIK YANG MEMPERTIMBANGKAN FIXED DEPARTMENT DAN KEDEKATAN DEPARTEMEN ().Teknik Industri:FTI,2006.Text
Turabian Style
.PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS BERBASIS ALGORITMA GENETIK YANG MEMPERTIMBANGKAN FIXED DEPARTMENT DAN KEDEKATAN DEPARTEMEN ().Teknik Industri:FTI,2006.Text