// <![CDATA[PENGARUH PROSES ANNEALING DAN KOROSI MERATA DENGAN METODA SALT SPRAY TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL St 42]]> Ir. Meilinda Nurbanasari MT Dosen Pembimbing 1 Mursid Setiadi/12-1995-118 Penulis Yusril Irwan, ST Dosen Pembimbing 2
Orang mengenal korosi sudah sejak dahulu dan dampak dari korosi tersebut belum mendapat perhatian yang cukup, sehingga peristiwa korosi ini dianggap biasa. Ditemukannya kasus ketel uap yang meledak, pipa minyak bocor atau pecah, dan pada bidang militer adanya kasus senjata yang macet dan amunisi yang bungkam sebagian besar diakibatkan oleh korosi. Kita perlu menyadari bahwa korosi harus mendapat perhatian yang khusus. Ditinjau dari segi kepentingan industri di Indonesia,kondisi lingkungannya mempunyat kelembaban yang tinggi. Hujan asam merupakan salah satu kondisi yang tidak menunjang bagi kalangan industri, hal tersebut harus diperhatikan mengingat banyaknya senyawa sulfida yang terkandung di dalam lingkungan. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada kawasan industri seperti di daerah pengeboran minyak, penyulingan minyak dan Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara (PLTBB). Lingkungan tersebut mampu meningkatkan terjadinya laju korosi. Material St (Stahl-German) 42 banyak digunakan dalam bidang industri logam maupun mesin. Pemilihan bahan yang tepat dengan memperhatikan lingkungan di mana logam tersebut akan digunakan membuat umur pakai sebuah material akan lebih panjang serta mengurangi kerugian akibat kerusakan karena korosi, baik dalam pemeliharaan maupun penggantian. Laporan ini berisikan hasil penelitian korosi pada material St 42 yang telah mendapat perlakuan panas dan pendinginan di dalam tungku (annealing) dengan variasi temperatur, dan berisikan pula pengaruh variasi temperatur terhadap sifat mekanik bahan. Pengujian yang dilakukan antara lain : pengujian tarik, keras, dan analisa struktur mikro (metalografi) yang akan memperoleh korelasi antara sifat mekanik bahan dengan perubahan struktur mikro yang teijadi. Metode pengkorosian yang dipilih adalah metode penyemprotan dengan air garam (salt spray) yang telah dikondisikan dengan ph 4, serta variasi lamanya penyemprotan.