// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN TAKTIK PEMASARAN KERETA API ARGO GEDE BERDASARKAN KONSEP EXPERIENTIAL MARKETING]]> Ir. Yuniar, MT. Dosen Pembimbing 1 Hendang Setyo R, ST. MT. Dosen Pembimbing 2 DIAN KARMILA KURNIA WATI/13-2001-116 Penulis
Pada tanggal 31 Juli 1995, PT. Kereta Api Indonesia telah meluncurkan kereta api kelas argo. Kereta api kelas argo semula hanya dioperasikan pada dua koridor utama, yaitu Argo Gede (koridor Jakarta- Bandung, pp) dan Argo Bromo Anggrek (koridor Jakarta-Surabaya, pp), hingga akhirnya pada saat ini sudah berkembang menjadi enam koridor. Adapun empat koridor lainnya dari kereta api kelas argo ini adalah Argo Wilis (koridor Bandung-Surabaya, pp), Argo Muria (koridor Jakarta-Semarang, pp), Argo Lawu (koridor Solo-Jakarta, pp) dan Argo Dwipangga (koridor Jakarta-Solo, pp). Dari data jumlah penumpang kereta api kelas argo pada lima tahun terakhir, kereta api Argo Gede (koridor Jakarta- Bandung, pp) mengalami penurunan jumlah penumpang paling banyak. Untuk mengatasi hal tersebut, PT. Kereta Api fndonesia perlu mengubah taktik pemasaran kereta api Argo Gede dari yang bersifat tradisional (fokus padafeatures dan benefits) kedalam taktik pemasaran yang lebih fokus terhadap konsumen (mengacu kepada konsep Fixperientiai Marketing). Berdasarkan hai tersebut maka tujuan penelitian ini adalah memberikan usulan perbaikan taktik pemasaran kereta api Argo Gede berdasarkan konsep Experiential Marketing kepada PT. Kereta Api Indonesia. Experiential Marketing sendiri berangkat dari pemahaman bahwa konsumen adalah individu dengan sejumlah kebutuhan pengalaman seperti kebutuhan untuk distimulasi, dihibur dan diberi tantangan. Dalam Experiential Marketing konsumsi dilihat sebagai pengalaman holistik dan konsumen tidak semata dipandang secara rasionai tetapi juga emosional. Bernd Schmitt (1999), menyatakan bahwa kerangka analisis experiential Marketing terdiri atas dua aspek, yaitu: Strategic Experiential Modules (SEM's) dan Experiential Providers (ExPro's). Strategic Experiential lvfoduies merupakan bentuk-bentuk pengalaman yang ingin diberikan kepada konsumen. Bentuk-bentuk pcngalaman terscbut diwujudkan dalam pengalaman melalui sensori (sense), pengalaman afektif ifetd), pengalaman kognitif kreatif (think), pcngalaman dan keseluruhan gaya hidup (aci) dan pengalaman yang timbul dari kelompok referensi atau culture tertentu (relate). Sedangkan Experiential Providers merupakan media-media yang digunakan dalam taktik pemasaran suatu produk atau jasa. Media-media tersebut terdiri dari: communications, identities, product presence, co-brunding, environment, electronic media dan people. Setiap bentuk pengalaman dalam Strategic Experiential Modules dapat diwujudkan melalui setiap media dari Experiential Providers, sehingga mampu menciptakan memorable yang solid. Dari hasil pcngumpulan dan pcngolahan data didapatkan 11 item pernyataan yang diusulkan untuk diterapkan, yaitu: konfirmasi ulang melalui sms/telp sebelum keberangkatan, pelayanan reservasi tiket mclaiui telepon, gambar grafik perjalanan kereta selama dalam perjalanan, informasi mengenai fasilitas-fasilitas di media ckktronik, pcmberian cinderamata bagi konsumen, fasilitas penyewaan majalah & surat kabar di kereta, fasilitas meeting room di kereta api, kartu berlangganan bagi pelanggan, fasititas pijal di kereta api, pcrtunjukkali musik secara live di sta'5iun dan fasilitas tempat bermain untuk anak di stasiun. Sclain itu juga terdapat 11 item pernyataan yang diusulkan untuk diperbaiki (berdasarkan skala prioritas), yaitu: kebersihan toilet kereta api, ketepatan waktu berangkat & tiba, kualitas yang baik mengenai makanan, minuman & snack di kereta api, fasilitas mini bar di kcrcta api, fasilitas audio & video di kereta api, fasilitas musholla di stasiun, kebersihan ruangan gerbong kercta api, fasilitas taksi di stasiun, kebersihan toilet di stasiun, penampilan yang menarik dari petugas kereta api dan kelengkapan sarana toilet kereta api. Setelah diketahui usulan penerapan dan urutan prioritas perbaikan taktik pemasaran kereta api Argo Gcd ยท maka PT. Kereta Api Indonesia dapat mcmanfaatkan hasil-hasil penelitian dengan menerapkan taktik pemasaran kereta api Argo Gede berdasarkan konsep Axperientiul Marketing. Dengan dilakukannya perbaikan taktik pemasaran terscbut diharapkan dapat mcnciptakan keunggulan yang kompetitif dan pada akhirnya meningkatkan jumlah penumpang kereta api Argo Gede.