MODEL OPTIMISASI PENENTUAN TINDAKAN PERA WATAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN UKURAN SAMPEL PEMERIKSAAN
Salah satu komponen penunjang utama untuk meningkatkan produktivitas adalah mesin-mesin produksi harus berada pada kondisi prima untuk berproduksi. Bertambahnya umur mesin dan seringnya pemakaian menyebabkan mesin produksi mengalami penurunan kinerja (deteriorasi). Deteriorasi mesin mengakibatkan proses mengalami pergeseran dari in control menjadi out of comrol (Lee dan Rosenblatt, 1987 dalam Soemadi, 2004) sehingga mesin menghasilkan sejumlah produk cacat yang tidak memenuhi kualitas. Usaha yang dilakukan para pelaku industri untuk meningkatkan kualitasnya adalah dengan meminimasi produk cacat dengan inspeksi terhadap produk. Model Velianti (2004) inspeksi dilakukan secara sampling dengan ukuran sampel satu. Menurut Grant dan Leavenworth (1996) semakin besar ukuran sampel, semakin besar kemampuan suatu rencana penarikan sampel untuk membedakan kua litas Jot. Oleh karena itu pada penelitian ini inspeksi dilakukan dengan mengambil beberapa ukuran sampel dengan bilangan penerimaan konstan. Sampel yang diambil untuk menilai kondisi mesin dalam menentukan tindakan perawatan yang akan dilakukan dengan kriteria minimasi total biaya.
Dalam penelitian ini dikembangkan model optimisasi penenruan tindakan perawatan dengan mempertimbangkan ukuran sampel pemeriksaan. Pada penelitian ini digunakan tiga buah model dasar. yaitu: (I) menggunakan pendekatan Usher et. al. (1998) dengan mempertimbangkan tiga pilihan keputusan. yaitu: do nothing, maintenance, dan replacement (2) menggunakan pendekatan Velianti (2004) pemodelan ekspektasi jumlah produk cacat yang dihasilkan (3) menggunakan pendekatan Soemadi (2004) solusi optimal diselesaikan rnenggunakan prosedur pemrograman dinamis. lnput data yang digunakan pada model ini, yaitu: ukuran lot (N). ukuran sam pel (n), biaya inspeksi per unit (c1), biaya meloloskan sejumlah produk cacat (c2). biaya do nothing (c3). biaya maintenance (c), biaya replacement (c5), nilai parameter skala (a), laju kerusakan (β), dan bilangan penerimaan (r). Pada penelitian ini variabel keputusan (x1) di setiap akhir perioda 1 , terdapat tiga pilihan tindakan, yaitu: do nothing, maintenance, dan replacement. Kebijakan optimal diperoleh dengan meminimumkan total biaya keputusan dan biaya pengendalian kualitas selama perioda perencanaan terbatas. dengan menggunakan suatu formulasi pemrograman dinamis
Detail Information
Citation
APA Style
. (2006).MODEL OPTIMISASI PENENTUAN TINDAKAN PERA WATAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN UKURAN SAMPEL PEMERIKSAAN ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.MODEL OPTIMISASI PENENTUAN TINDAKAN PERA WATAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN UKURAN SAMPEL PEMERIKSAAN ().Teknik Industri:FTI,2006.Text
MLA Style
.MODEL OPTIMISASI PENENTUAN TINDAKAN PERA WATAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN UKURAN SAMPEL PEMERIKSAAN ().Teknik Industri:FTI,2006.Text
Turabian Style
.MODEL OPTIMISASI PENENTUAN TINDAKAN PERA WATAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN UKURAN SAMPEL PEMERIKSAAN ().Teknik Industri:FTI,2006.Text