// <![CDATA[PENENTUAN URUTAN JOB PADA MIXED MODEL ASSEMBLY LINE BALANCING DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM]]> 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 0425107701 - Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 OKI GIRINDRA KERTAPATI/13-2001-133 Penulis
Permasalahan pengurutan job (seqeuencing) sangat penting di dalarn penggunaan mixed model assembly line (MMAL) secara efisien. MMAL merupakan perkembangan single model assembly line (SMAL) yang memiliki perbedaan dari banyaknya jumlah tipe produk yang mampu dirakit di sebuah lintasan. SMAL dapat merakit hanya satu tipe produk di dalam lintasan perakitan sedangkan MMAL mampu merakit lebih dari satu tipe produk di lintasan perakitan. Pengurutan job penting sejak meningkatnya lintasan perakitan diterima oleh industri secara luas untuk mengatasi perbedaan permintaan dari konsumen. MMAL adalah salah satu tipe lintasan produksi dimana memiliki karakteristik yaitu merakit bermacam-macarn tipe produk untuk satu produk yang sama. Produk biasanya memiliki perbedaan waktu asssembly, metode, dan waktu standar dan membutuhkan fasilitas berbeda, komponen dan bahan baku yang berbeda pula. Pennasalahan pengurutan di dalam MMAL adalah permasalahan penentuan urutan dari tipe produk, dengan cara menekan pentingnya memaksimalkan penggunaan lintasan. Telah banyak kriteria penentuan untuk memastikan urutan dari tipe produk di dalam penggunaan lintasan perakitan. Penelitian ini dengan praktis mempertimbangkan 3 fungsi tujuan (objectives). Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah tiga buah model pengurutan job untuk masing-masing fungsi tujuan yaitu minimasi total utility work, keeping a constant rate of part usage, dan minimasi total setup cost Fungsi tujuan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan pihak manajemen untuk mengambil keputusan di dalam menentukan perencanaan dan pengendalian produksi. Di dalam penelitian ini digunakan metode heuristik untuk menyelesaikan permasalahan masing-masing fungsi tujuan. Metode heuristik tersebut ada.lah aJgoritma ant colony system. Algoritma ant colony system (ACS..S) memakai prinsip dasar dari algoritma ant colony system (ACS) yang dikembangkan oleh Dorigo (1991) dan Zwaan & Marques (1999). Algoritma (ACS-S) didesain untuk mencari solusi optimal dari urutan job untuk masing-masing fungsi tujuan. Perfonnansi dari algoritma ACS-S akan dibandingkan dengan aJgoritma genetik yang diusulkan oleh Hyun et al (1998) dengan tiga fungsi tujuan dan juga akan diberikan empat skenario (test bed problems) bertujuan untuk mengetahui kapabilitas dan karakteristik dari algoritma ACS-S di dalam menyelesaikan permasalahan pengurutan job untuk tiga fungsi tujuan Skenario 1 bertujuan untuk menguji keberlakuan model usulan, skenario 2 bertujuan menguji model untuk melihat perilaku dari model untuk kasus small problems. Skenario 3 bertujuan untuk melihat periaku model untuk kasus large problems dan skenario 4 bertujuan untuk menguji pengaruh parameter-parameter algoritma ACS-S terhadap solusi model. Di dalam penelitian ini menggunakan bantuan program Delphi Borland 7.0 untuk menguji skenario-skenario tersebut dan memperlihatkan percobaan komputasi di dalam menyelesaikan permasalahan sehingga t erlihat superioritas dari algoritma ACS-S.