// <![CDATA[PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI DENGAN BANTUAN MODEL SIMULASI (Studi Kasus di PT. BANINUSA INDONESIA)]]> Ir. Emsosfi Zaini, MT. Dosen Pembimbing 1 Cahyadi Nugraha, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 GESIT TRI ATMOJO/13-1999-063 Penulis
Tenaga kerja, mesin, energi, bahan baku, bahan penunjang, dan metoda adalah unsur-unsur penting untuk menjamin berjalannya proses produksi secara efektif. Jumlah tenaga kerja merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi biaya yang ditanggung perusahaan. Kelebihan tenaga kerja menimbulkan pengangguran yang berdampak pada pengeluaran ongkos tenaga kerja yang tidak produktif, dan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan penurunan motivasi serta keterampilan kerja yang berarti penurunan produktivitas kerja. Kekurangan tenaga kerja dapat menyebabkan tidak terpenuhinya permintaan produk (lost sales), dan atau pengeluaran biaya lembur (over time). PT. Baninusa Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan ring piston. Ring piston yang diproduksi digunakan untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan mesin industri. Permintaan produk ring piston memiliki keragaman model, jenis, jumlah, ukuran, dan waktu penyelesaian yang ditentukan oleh konsumen. Permintaan produk yang fluktuatif menyebabkan ketidakpastian pada kebutuhan tenaga kerja. Pada perioda waktu tertentu perusahaan menerima permintaan dalam jumlah yang besar, sehingga harus dapat diselesaikan dengan kapasitas jam orang yang dimiliki. Jika perusahaan sanggup memproduksi jumlah pesanan (perusahaan dan konsumen sepakat dengan harga dan tanggal waktu penyelesaian), maka pada kondisi ini perusahaan harus mengeluarkan ongkos over time yang besar. Pada perioda waktu lainnya menghadapi jumlah pesanan yang kecil, sehingga perusahaan diperhadapkan pada masalah besarnya ongkos menganggur karena berproduksi dengan jumlah tenaga kerja tetap. Perusahaan dituntut untuk menentukan jumlah tenaga kerja yang tepat di setiap jenis mesin dan setiap shift. Penentuan jumlah tenaga kerja di PT. Baninusa Indonesia merupakan permasalahan yang kompleks, karena terjadinya variabilitas perrnintaan produk. Penelitian ini menggunakan bantuan model simulasi, untuk mengantisipasi permintaan produk dan memprediksi ongkos-ongkos yang ditimbulkan dari suatu konfigurasi jumlah tenaga kerja tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan jumlah tenaga kerja dapat menurunkan ongkos total. Ongkos total adalah ongkos lost sales, lembur, dan menganggur. Ekspektasi ongkos total kondisi awal sebesar Rp 40.340.488,00 per bulan menjadi Rp 30.729.795,00 per bulan, berarti penghematan yang dapat dilakukan perusahaan mencapai angka persentase sampai dengan 23,82 %.