// <![CDATA[USULAN PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI DI CV. HARFA UTAMA- BANDUNG]]> Ir. Emsosfi Zaini, MT. Dosen Pembimbing 1 ADHALlA LATJENO/13-1998-033 Penulis Fifi Herni, ST., MT. Dosen Pembimbing 2
CV. Harfa Utatna adalah sebuah perusahaan make-to-order yang memproduksi barang-barang perabot rumah tangga dari kayu. Perusahaan yang terletak di Jalan Soekarno Hatta No. 436 Bandung ini menjadi supplier rak TV dan sofa satu pelanggan tetap, yaitu sebuah toko meubel di Kerawang setiap bulannya. Selain itu, perusahaan juga melayani permintaan atau proyek-proyek dari konsumen lain yang tidak tetap. Kapasitas jam kerja yang tersedia di perusahaan tidak dimanfaatkan secara maksimal, para pekerja terlihat memiliki banyak waktu menganggur. CV. Harfa Utatna khususnya bagian pemasarannya berusaha untuk meningkatkan penjualan yang didukung oleh tingkat penjualan serta tingkat produksi. Natnun tentunya target penjualan yang dibuat telah mempertimbangkan kapasitas yang tersedia agar penentuan target penjualan tersebut lebih rasional untuk dicapai. Sehingga permasalahan dalatn penelitian ini adalah bagaimana menentukan kapasitas produksi maksimal perusahaan yang dapat memanfaatkan ketersediaan kapasitas di perusahaan. Maka perlu dibuat suatu perencanaan produksi serta kapasitas yang rasional karena sesuai dengan kondisi atau situasi di perusahaan. Langkah-langkah perencanaan produksi dan kapasitas yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan tersebut di atas adalah pembuatan Master Production Schedule (MPS), Rough Cut Capacity Planning (RCCP), Material Requirement Planning (MRP), serta Capacity Requirement Planning (CRP). Pertama-tama dilakukan perencanaan kapasitas untuk produk utarna, yang menghasilkan output data jumlah produksi maksimal produk utama serta kapasitas tersisa. Ternyata kapasitas yang tersisa masih cukup besar sehingga direncanakan sebuah produk baru yang dapat memanfaatkan kapasitas sisa tersebut. MPS ditentukan dengan melihat kapasitas produksi maksimal produk utama serta 30% kapasitas produksi produk baru, yaitu sebagai berikut : MPS yang dibuat kemudtan dtvalidast ketersedtaan kapasitas dengan perencanaan kebutuhan kapasitas kasar. Setelah kapasitas tercukupi, dilakukan perencanaan kebutuhan material untuk dilanjutkan dengan perencanaan kebutuhan kapasitas. Pada tahap ini terlihat kekurangan ataupun kelebihan kapasitas pada tiap periode perencanaan. Tidak selurult kekurangan dapat dipenuhi dengan melakukan lembur, maka dilakukan revisi MPS agar dapat tercukupi kebutuhan kapasitasnya. Penyesuaian yang dilakukan adalah dengan mengganti ukuran time bucket dari 3 hari menjadi 5 hari, sehingga kemudian jumlah unit produk Rak TV berubah sebaga berikut :