// <![CDATA[PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN MEGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DENGAN MODEL DINAMIKA SISTEM (Studi Kasus di PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk.)]]> 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Alfieta Olivia Sulistyowati Sugiharto/13-2001-166 Penulis
PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. (BRI) merupakan salah satu bank umum komersial terkemuka di Indonesia yang telah beroperasi lebih dari 110 tahun, terus berupaya untuk memenuhi kepuasan nasabah guna mengantisipasi persaingan global dalam dunia bisnis perbankan. Untuk itu, diperlukan sistem manajemen yang mampu memperbaiki kinerja perusahaan melalui pengukuran aspek finansial dan non finansial sccara berkesinambungan. Oleh karena itu. dalam penelitian tugas akhir ini dilakukan pcnyusunan Balanced Scorecard dengan Model Dinamika Sistem untuk mengukur kinerja perusahaan BRI. Balanced Scorecard merupakan metoda untuk mengukur kinerja perusahaan yang meliputi 4 (empat) perspektif yaitu perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal. serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Untuk menutupi keterbatasan Balanced Scorecard yang masih bersifat statis. Maka diperluas dengan Model Dinamika Sistem. yang merupakan suatu gambaran sistem pada perusahaan sccara umum dan di dalamnya terdapat variabel-variabel yang saling berhubungan untuk kemudian dibuat menjadi suatu persamaan matematis yang dapat menghitung bcsar atau nilai varabel tersebut. Proses penyusunan Balanced Scorecard diawali dengan pengumpulan data, yaitu data umum perusahaan serta data visi. Misi dan strategi perusahaan. Kemudian diakukan pemahaman terhadap visi. misi. dan strategi perusahaan untuk dirumuskan menjadl 4 (empat) perspektif Balanced Scorecard tersebut. Langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan strategis, kunci faktor sukses, dan ukuran strategis untuk setiap perspektif. Pada perspektif finansial, ukuran strategis yang dihasilkan adalah Net Interest Margin. Return On Assets. Return On Equity. Rasoo Perbandingan Beban Operasional dengan Pendapatan Operasional. Non Performing Loans Ratio. Loan to Deposit Ratio, Capital Adequacy Ratio. Pada perspektif pelanggan ukuran strategis yang dihasilkan adalah Presentase Jumlah Nasabah Baru dan Presentase Peningkatan Jumlah Daerah Pemasaran. Pada perspektif proses bisnis internal, ukuran strategis yang dihasilkan adalah lnovasi Jasa Layanan Perbankan dan Service error Rate. Pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, ukuran strategis yang dihasilkan adalah Tingkat Produktivitas karyawan, Tingkat ketersediaan Sistem lnformasi, dan Jumlah Usulan yang Diberikan karyawan dan Dilaksanakan. Berdasarkan ukuran strategis yang telah ditentukan tersebut. maka dilakukan perancangan Diagram Sebab Akibat, yang menggambarkan hubungan antar ukuran strategis tersebut dan menjadi acuan dalam perancangan Model Dinamika Sistem, yang berupa perancangan Causal Loop Diagram dan Stock and Flow Diagram. Langkah terakhir dalam proses perancangan Model Dinamika Sistem adalah melakukan simulasi dan validasi terhadap model yang telah dirancang tersebut. Hasil dan perancangan Model Dinamika Sistcm berupa Stock and Flow Diagram yang telah divalidasi melalui penggunaan beberapa skenario kebijakan tertentu tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengembangkan kebijakan perusahaan dalam program peningkatan kinerja yang berkesinambungan dan terukur.