// <![CDATA[RANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMROSESAN ORDER DI PT. KERTA LAKSANA]]> Dr. Kusmaningrum, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 Chandra Ade Irawan, ST., MT Dosen Pembimbing 2 FARHAN FARIHUDDIN/13-2001-170 Penulis
Pada perusahaan mannfaktur yang bersifat make-to-order, kegiatan penerimaan dan pemrosesan pesanan merupakan kegiatan yang sangat penting dan sangat menentukan bagi kelangsungan hidup perusahaan Kegiatan tersebut dianggap penting, karena seluruh kegiatan perusahaan ditentukan oleh keberhasilannya mendapatkan order dari konsumen. Permasalahan yang sering muncul dalam kegiatan pemrosesan order adalah adanya ketidakpastian dan lamanya dalam memberikan waktu respon. Sedangkan kemampuan teknis, kemampuan untuk menentukan waktu manufaktur dan harga, serta pemenuhan waktu kirim yang dijanjikan merupakan kunci kompetitif bagi perusahaan make-to-order (Kingsman eta/., 1996 dalam Luis eta/., 2003). PT. Kerta Laksana adalah salah satu perusahaan manufaktur yang secara umum bergerak dalam bidang pengerjaan logam dan secara khusus bergerak dalam bidang pembuatan peralatan dan mesin pengolahan tepung (Powder and Bulk Technology). Dalam proses penerimaan pesanannya, PT. Kerta Laksana sering mendapatkan order dengan spesifikasi yang berbeda an tara order yang satu dengan order yang lain. Selain itu, hampir seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan penerimaan dan pemrosesan order masih dilakukan secara manual, terutama dalam penentuan harga pesanan dan waktu serah produk. Kondisi tersebut berdampak pada adanya ketidakpastian dan lamanya dalam memberikan waktu repon. Dengan adanya ketidakpastian dan lamanya dalam memberikan waktu respon ini, maka akan mengakibatkan terjadinya lost order, dimana konsumen beralih ke perusahaan lain. Penelitian ini dilakukan sebagai usulan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi di atas. Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan suatu rancangan sistem informasi pemrosesan order berbasis komputer yang dapat memberikan informasi pesanan secara cepat dan akurat Selain itu, dengan dibangunnya sistem informasi ini, diharapkan perusahaan dapat memberikan waktu respon yang lebih cepat. Perancangan sistem informasi ini bersifat multi-user, dimana user tersebut merupakan bagian-bagian dalam perusahaan yang terlibat dalam kegiatan pemrosesan order. Masing-masing user mempunyai tugas dan peran sendiri dan dapa.t berkoordinasi untuk mencapai tujuan utama sistem. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan dalam perancangan sistem informasi ini adalah SADT (Structured Analysis and Design Techniques). Metodologi ini memandang suatu sistem terdiri dari dua hal, yaitu benda (objek, dokumen, data) dan kejadian (kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin, a.tau perangkat lunak). Hasil dari pengembangan sistem tersebut kemudian dikonstruksikan menjadi suatu prototype program aplikasi. Dalam perancangan prototype program aplikasi ini, bahasa pemrograman yang digunakan adalah Microsoft Visual Basic 6.0 Enterprise Edition dan MySQL Server 5.0 untuk membangun databasenya Prototype ini merupakan suatu aplikasi awal yang diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut, sehingga sistem informasi yang dihasilkan menjadi lebih sempurna.