<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="15716">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL DENGAN METODA SUBJECTWE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE TERHADAP PERAWAT UNIT GAWAT DARURAT DI RS St. BORROMEUS]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dwi Kurniawan, ST., MT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ARIE RIVIALDI/13-2001-171</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>lr. Caecilia SW, MT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Industri]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2006]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Rumah sakit merupakan salah satu bidang usaha jasa yang sangat mementingkan faktor kualitas pelayanan dalam sistem kerjanya. Untuk departemen tertentu, seperti perawat Unit Gawat Darurat (UGD), tekanan psikologis yang diterimanya dapat memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja (human error) yang dapat berakibat fatal terhadap performansi pelayanan yang diberikan oleh perawat. Waktu, intensitas serta tanggungjawab pekerjaan yang begitu kompleks dan tinggi mempengaruhi tingginya beban kerja yang ada di UGD yang dapat membahayakan kondisi pasien dan juga perawat itu sendiri. Faktor shift kerja juga merupakan salah satu aspek potensi gangguan performansi kerja yang dapat mempengaruhi produktivitas pelayanan kerja dari perawat UGD. Oleh karena itu perlu diketahui seberapa besar beban kerja mental yang dialami perawat UGD serta aktivitas-aktivitas kerja yang mengalami beban kerja mental tertinggi sehingga dapat dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat beban kerja mental perawat UGD yang akan digunakan sebagai masukan atas usulan langkah perbaikan yang dapat dilakukan oleh pihak manajemn rumah sakit untuk meningkatkan performansi pelayanan yang diberikan. Berdasarkan hal tersebut di atas maka penelitian mengenai pengukuran beban kerja mental perawat UGD sangat penting dilakukan. Terdapat 3 metoda pengukuran beban kerja mental secara subjektif yang merupakan metoda pengukuran terbaik dalam sensitivitas pengukuran beban kerja mental yaitu MCH, NASA TLX dan SWAT. Pada penelitian ini pengukuran dilakukan dengap menggunakan metoda SWAT berdasarkan pertimbangan, metoda ini lebih cocok apabi1a dikaitkan dengan latar belakang pendidikan responden penelitian karena hanya terdiri dari tiga dimensi ukuran beban kerja tetapi memiliki sensitivitas yang sama dengan NASA TLX. Objek yang diambil aatam penelitian ini adalah perawat UGD RS St.Borromeus. UGO RS St. Borromeus dilengkapi dengan kapasitas 17 tempat tidur, 2 unit Ruang Resusitasi serta 5 orang perawat/ shift yang dibagi menjadi 3 shift kerja. Berdasarkan pengolahan data, aktivitas apabila pasien dalam keadaan kondisi ABC tidak baik maka melakukan penempatan pasien di Ruang Resusitasi dengan segera serta mengaktifkan sistem emergensi merupakan aktivitas yang memiliki nilai beban kerja mental yang paling tinggi sebesar 96.24 untuk shift pagi, 89.9 untuk shift siang dan sebesar l00 untuk shift
malam. Berdasarkan penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa shift kerja berpengaruh dalam penyelesaian aktivitas di UGD RS. St Borromeus sehingga dapat diusulkan langkah-langkah perbaikan yang dapat dilakukan sebagai berikut: melakukan evaluasi kerja selama periode tertentu, melakukan program pelatihan untuk aktivitas dengan nilai beban kerja mental tinggi, melakukan konsultasi psikologis untuk perioda tertentu, menambah jumlah perawat untuk shift malam, memberikan fasilitas hiburan tambahan, meningkatkan upah/salary untuk shift malam.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[808TI/06]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[808TI/06]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[808TI/06]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="16481" url="" path="/132001171_808TI-06.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL DENGAN METODA SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE TERHADAP PERAWAT UNIT GAWAT DARURA T DI RS St. BORROMEUS]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[15716]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-14 09:43:16]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-14 09:46:44]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>