// <![CDATA[USULAN JADWAL PRODUK TOWER 72 MENGGUNAKAN MODEL MIXED INTEGER PROGRAMMING DI PT. IPMS BANDUNG]]> Emsosfi Zaini, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 Hendro Prassetiyo, ST, MT. Dosen Pembimbing 2 Ramdan Mustakim/13-2002-111 Penulis
PT. IPMS (Inti Pindad Mitra Sejati) adalah. perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi produk Tower Telekomunikasi. Setiap bulannya produk tower telekomunikasi diproduksi oleh PT. IPMS untuk memenuhi kebutuhan PT. INTI dan pesanan dari perusahaan lain seperti dari Exelcomindo, lndosat dan Natrindo. Salah satu produk tower telekomunikasi yang dihasilkan oleh PT. IPMS adalah Tower 72. Produk Tower 72 terdiri dari komponen plat dan siku yang jumlahnya mencapai ratusan unit. Komponen siku adalah komponen yang paling banyak dengan jumlah keseluruhannya mencapai 312 unit. Apabila semua komponen tower telah diproduksi, selanjutnya dilakukan inspeksi dan setelah itu akan di cat dan langsung dikirim ke konsumen untuk dipasang. Selama ini Bagian Produksi PT. IPMS melakukan penjadwalan produksi dengan cara intuisi. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan bagian produksi yang hanya menentukan jenis komponen siku, jumlah komponen siku, dan penugasan mesin tanpa memberikan prioritas komponen siku yang harus dikerjakan terlebih dahulu pada mesin tersebut. Tidak adanya prioritas pengerjaan komponen, mengakibatkan makespan (waktu yang digunakan untuk penyelesaian seluruh pekerjaan) yang dihasilkan bisa menjadi besar. Agar makespan yang dihasilkan tidak besar, maka Bagian Produksi perlu menggunakan penjadwalan multi item. Penjadwalan multi item dilakukan untuk menentukan prioritas pengerjaan komponen siku produk Tower 72 (sequencing). Metoda pef\iadwalan multi item yang akan digunakan adalah dengan metoda optimasi penjadwalan n job m mesin dengan kriteria minimasi makespan, metoda optimasi yang digunakan adalah Mixed Integer Programming. Untuk menyelesaikan penjadwalan pada kasus yang besar ini, metoda optimasi penjadwalan n job m mesin dikembangkan kedalam bentuk bahasa pemrograman C++ oleh Sarwani dan Setiadi (2003) yang dijalankan pada software optimasi ILOG-OPL Studio. Pef\iadwalan dilakukan melalui empat tahap yaitu pada tahap pertama dilakukan penjadwalan untuk setiap jenis komponen siku, tahap dua yaitu penjadwalan gabungan siku, tahap tiga melakukan penggabungan jadwal setiap jenis komponen siku pada jadwalan gabungan siku dengan tujuan untuk membuat jadwal keseluruhan komponen siku serta mempermudah proses pergeseran, dan tahap empat atau tahap akhir yaitu melakukan pergeseran job pada gabungan komponen siku dengan pendekatan TOC untuk memperpendek nilai makespan. Hasil jadwal komponen siku untuk produk Tower 72 diperoleh nilai makespan sebesar 29 jam 38 menit.